Warga Minta Pemkab Muaraenim Perbaiki Jembatan Gantung

Warga Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, minta Pemkab Muaraenim untuk secepatnya memperbaiki jembatan gantung.

Warga Minta Pemkab Muaraenim Perbaiki Jembatan Gantung
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Kondisi Jembatan gantung Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, yang ambruk terkena bencana alam beberapa waktu yang lalu, Selasa (28/3). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Warga Desa Dalam, Kecamatan Belimbing Muaraenim, minta Pemkab Muaraenim untuk secepatnya memperbaiki jembatan gantung.

Pasalnya semenjak jembatan tersebut putus warga sangat kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari terutama ke kebun yang merupakan mata pencarian utama masyarakat, Selasa (28/3/2017).

"Kami sangat berharap Jembatan gantung tersebut secepatnya diperbaiki karena jembatan tersebut merupakan urat nadi warga masyarakat kami seperti ke kebun, anak sekolah dan Pekerja Perusahaan PT Tel yang berada di desa seberang," ujar Kepala desa Dalam Sohadam.

Menurut Sohadam, bahwa pasca ambruknya Jembatan Gantung di Desanya, pada bulan Februari 2017 lalu, hingga sampai saat kini belum ada juga tanda tanda akan dilakukan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Muaraenim.

Padahal pihaknya telah beberapa kali mengusulkan untuk diperbaiki terakhir melalui musrenbang baik tingkat desa maupun kecamatan. Bahkan ketika reses anggota Dewan maupun pejabat Dinas Pekerjaan Umum BM Muaraenim.

Dikatakan Sohadam, ambruknya jembatan gantung tersebut akibat tingginya debit air Sungai Lematang terutama pada musim hujan sehingga banyak sampah yang menyangkut badan jembatan, karena beban semakin lama semakin berat sehingga membuat besi penyanggah jembatan ambruk dan patah.

Sementara itu Kepala dinas Pekerjaan Umum Muaraenim Ir A Yani Heryanto melalui Kasi Pemeliharaan jembatan dan jalan Ari Jonatan ST mengatakan, bahwa pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan untuk jembatan gantung di Desa Dalam yang ambruk akibat bencana alam tersebut melalui dana APBD 2017 sebesar Rp 700 juta.

Namun belum sempat diperbaiki, ternyata kondisi jembatan semakin parah sehingga ketika dihitung dengan dana tersebut sudah tidak memungkinkan lagi.

Bahkan lokasi jembatan harus dipindah ke tempat yang lebih tinggi dan anggarannya harus ditambah menjadi sekitar Rp 2,5 miliar yang mungkin akan dianggarkan pada ABT APBD 2017.

"Jadi kami harap masyarakat untuk bersabar, kita akan upayakan pada tahun 2017 ini jembatan akan dibangun baru, sebab jembatan lama sudah tidak memungkinkan lagi di rehab," ujar Ari Jonatan.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved