Rumah Kebanjiran, Warga Mengadu ke Finda
"Air dari drainase meluap masuk rumah. Memang biasanya banjir, tapi banjirnya tidak separah ini dan rumah kami kebanjiran hingga lutut kaki,"
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sebagian warga yang bermukim di RT 21 RW 06 Kelurahan Pipareja Kecamatan Kemuning Palembang, mengeluhkan dengan adanya proyek pembangunan hunian town house yang berada di depan pemukiman warga.
Dampaknya lantaran menjadi penyebab terjadinya banjir dan rumah warga sekitar tergenang air hujan. Keluhan ini disampaikan warga ketika didatangi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda ke pemukiman warga, Senin (27/3/2017).
"Air dari drainase meluap masuk rumah kami. Memang biasanya banjir, tapi banjirnya tidak separah ini dan rumah kami kebanjiran hingga lutut kaki," ujar Sundari, warga sekitar.
Sundari mengatakan, pembangunan perumahan town house yang berada di depan rumahnya, memang menjadi penyebab rumah warga kebanjiran.
Biasanya air hujan yang mengalir di drainase, tidak begitu deras dan mengalir tidak melebih batas dinding drainase.
"Kami bingung juga, karena air hujan cepat sekali masuk rumah kami. Air yang mengalir di drainase pun cepat penuh dan meluap," ujarnya.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melihat langsung dampak yang terjadi akibat pembangunan town house yang mengakibatkan rumah warga kebanjiran.
Finda, sapaan akrapnya langsung memanggil pengawas proyek pembangunan dan diajak keliling melihat kondisi pemukiman warga.
"Saya lihat memang pagar perumahan ini menyalahi aturan. Seharusnya disisi drainase tidak ada bangunan, tapi ada pagar perumahan. Saya sudah minta instansi terkait untuk membongkar pagar yang sudah dibangun dekat drainase," ujar Finda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mengadu-ke-finda_20170327_192336.jpg)