Hipmi Sumsel Bertekad Cetak Seribu Pengusaha Baru

Untuk memacu usaha baru, pihaknya akan melakukannya dengan cara mendorong kredit tanpa agunan untuk pengusaha yang masih membutuhkan modal tambahan.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Umum Hipmi Provinsi Sumsel, Muhammad Akbar Alfaro 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Provinsi Sumsel bertekad mencetak 1.000 pengusaha baru.

"Kita mempunyai target dalam satu tahun mencetak seribu pengusaha baru," ungkap Ketua Umum Hipmi Provinsi Sumsel Muhammad Akbar Alfaro, Kamis (23/3/2017).

Pria yang akrab disapa Gery mengakui, memang tak mudah untuk mewujudkannya, namun ia optimis mencapai target itu dengan program mendorong pertumbuhan pengusaha baru di Sumsel.

Untuk memacu usaha baru, pihaknya akan melakukannya dengan cara mendorong kredit tanpa agunan untuk pengusaha yang masih membutuhkan modal tambahan.

"Karena rata-rata kendalanya itu dipermodalan. Untuk itu lewat program kredit tanpa agunan ini, kita harap dapat mewujudkan dalam mencetak seribu pengusaha baru. Jadi jangan sampai batal untuk usaha," kata Gery.

Pihaknya juga tengah menjalankan Hipmi Perguruan Tinggi untuk memicu pengusaha di kalangan mahasiswa.

Bahkan, kedepan direncanakan juga tak hanya memicu pengusaha di kalangan kampus, melainkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Sumsel.

Untuk kredit tanpa agunan sendiri pihaknya sudah menjalankannya di beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah menjadi anggota.

Pelaku usaha ini pun didorong dengan pengusaha-pengusaha lain sebagai mitra, sehingga usahanya bisa berkembang.

"Bagi yang saat ini ingin bergabung untuk menjadi pengusaha, punya tekad yang kuat bisa bergabung dengan Hipmi tidak ada proses administrasi dan klasifikasi usaha yang rumit, semua bisa berwirausaha dengan bidang masing-masing asal bisa punya tekad yang kuat, dan kemauan," ujarnya.

Dirinya juga berpesan, jangan pernah ragu untuk berwirausaha, sebab sangat menyenangkan jika gigih dilakukan.

Tidak pusing dengan jadwal dan rutinitas seperti pegawai, dengan menjadi pengusaha bisa memanajemenkan diri maupun usaha yang akan digeluti.

"Terpenting adalah mau belajar dan jangan pernah ragu untuk memulai usaha," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved