Mayat Heriwan Mengambang dan Berputar-putar di Pusaran Lubuk Ulak

Kedua warga tersebut, melihat ada sosok mayat mengambang dan berputar-putar di pusaran air di Lubuk Ulak Sungai Enim yang dikenal dalam.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak anggota Polsek Tanjung Agung, Tim SAR dan warga melakukan evakuasi korban, di Lubuk Ulak Sungai Enim, Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Rabu (22/3) sekitar pukul 07.00. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Setelah hanyut dan tenggelam terbawa arus Sungai Enim selama tiga hari, akhirnya mayat Heriwan (36) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim.

Korban ditemukan mengapung di pusaran air Lubuk Ulak Sungai Enim, Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Rabu (22/3/2017) sekitar pukul 07.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, korban ditemukan secara tidak sengaja oleh warga Desa Lebak Budi yakni Firman dan Hidayat yang akan mandi di Sungai Enim.

Kedua warga tersebut, melihat ada sosok mayat mengambang dan berputar-putar di pusaran air di Lubuk Ulak Sungai Enim yang dikenal dalam.

Lalu keduanya memberitahukan temuan tersebut ke Kadus II Desa Lebak Budi Herison yang kemudian diteruskan ke Kades Lebak Budi. Mendengar hal tersebut, Kades Lebak Budi, langsung menelpon Polsek Tanjung Agung dan Tim SAR gabungan yang sedang melakukan pencarian.  

Mendapat kabar tersebut, Polsek, Tim SAR gabungan dan masyarakat, turun bersama-sama melakukan evakuasi dan membawa mayat korban ke Rumah Sakit Bukit Asam untuk dilakukan visum.

Namun untuk visum dalam, pihak keluarga korban keberatan meski sudah diberikan pengertian, karena menolak akhirnya dibuatkan surat pernyataan diatas materai yang di ketahui oleh Kades dan kadus setempat.

Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Iwan Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, saat ini, jenazah korban sudah dibawa keluarga korban untuk disemayamkan.

Dari hasil visum luar, korban tewas karena dibunuh dan ditubuhnya ditemukan empat luka tusukan yakni diperut, ulu hati, tengkuk dan belikat.

Untuk pelaku pembunuhan Mahartoni (48) sudah diamankan bersama barang bukti pisau.

Adapun motif belum pasti, namun dari pengakuan tersangka karena sering bertengkar sebab tempat tinggal korban dan tersangka bersebelahan dibawah rumah karena masih sepupu.

Dan kejadian pada Minggu (19/3), merupakan puncak keributan sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan satu korban jiwa.

"Mereka ini, dalam tiga tahun terakhir sering ribut. Dan kebetulan selain masih sepupu, tempat tinggal berdempetan disekat dibawah rumah panggung," ujar AKP Iwan.

Baca Juga: Berkelahi, Heriwan Terjatuh ke Sungai Enim Hilang Belum Ditemukan

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved