Diskusi Teater Potlot

Diskusi yang didukung Dinas Kebudayaan Pariwisata, Taman Budaya Sriwijaya, dan Mongabay Indonesia ini dalam rangka memperingati Hari Bumi 23 Maret.

Tayang:
Penulis: Aminudin | Editor: Ahmad Sadam Husen

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Penggiat Kebudayaan dan dedengkot Teater Potlot, Taufik Wijaya, mengatakan pada Jumat (24 Maret 2017) nanti, bertempat di Gedung Galeri Cipta, Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Teater Potlot akan menggelar diskusi dengan menghadirkan narasumber Dr. Najib Asmani (Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Perubahan Iklim), Dr. Damayanti Buchori (Guru Besar IPB/ZSL), Dr. Ridzki R. Sigit (Direktur Mongabay Indonesia), Dr. Syafrul Yunardy (Ketua Forum DAS Sumsel, dan moderator Dr. Yenrizal Tarmizi (UIN Raden Fatah).

Diskusi yang didukung Dinas Kebudayaan Pariwisata, Taman Budaya Sriwijaya, dan Mongabay Indonesia ini dalam rangka memperingati Hari Bumi 23 Maret (Prasasti Talang Tuwo) dan Hari Teater International (27 Maret 2017) bertemakan 'Lansekap Budaya sebagai Model Integrasi Ekologi dan Ekonomi yang beranjak dari Spirit Prasasti Talang Tuwo.'

“Tujuan dari diskusi ini selain mengajak berbagai pihak, khususnya para pekerja seni dan budaya, untuk turut peduli dan bergerak memperbaiki dan menjaga lahan gambut di Sumatera Selatan, juga mengusahakan lahirnya gagasan Lansekap Budaya sebagai Model Integrasi Ekologi dan Ekonomi yang beranjak dari Spirit Prasasti Talang Tuwo," jelas Taufik.

Sebab seperti diketahui, imbuh Taufik, pemerintah Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Alex Noerdin tengah mengembangkan pembangunan hijau atau Green Growth Sumsel yang pendekatannya berupa lansekap berkelanjutan.

Target peserta diskusi yang dimulai pukul 14.30 WIB ini, masih kata Taufik, adalah kalamngan akademisi, aktivis NGO, para pekerja seni dan budaya, penyelenggara negara, mahasiswa dan pelajar, dan lainnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved