Kepala UPTB Samsat PALI: Per 30 Januari IBK Sudah Dipecat

Samsat Kabupaten PALI Dadang Afriandy menegaskan telah memecat oknum TKS berinisial IBK (28) yang menggelapkan uang wajib paj

Editor: wartawansripo
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Kepala UPTB Samsat PALI, Dadang (kiri) bersama stafnya menunjukkan surat pemecatan kepada oknum TKS, berinisial IBK. 

SRIPOKU.COM, PALI ---  Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten PALI Dadang Afriandy menegaskan telah memecat oknum Tenaga Kerja Sukarela (TKS) berinisial IBK (28) yang menggelapkan uang wajib pajak kendaraan per Januari 2017 lalu.

Dadang mengatakan penggelapan wajib pajak kendaraan, merupakan kesalahan secara pribadi IBK, dan sama sekali tidak menyangkut institusi yang berhubungan dengan pajak kendaraan tersebut. Hal tersebut disampaikan langsung Dadang ketika dijumpai sejumlah media di kantornya yang terletak di Bilangan Talang Subur kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Jumat (17/3).

"TKS yang berinisial IBK tersebut pada tupoksinya hanya membantu administrasi di UPTB Samsat Kabupaten PALI. Dia (IBK,red) tercatat sebagai TKS di UPTB Samsat PALI sejak tahun 2016, dan Januari 2017 kemarin diperpanjang dengan pekerjaan membantu administrasi umum di UPTB Samsat. Sehingga, dia bukanlah orang yang menjalankan berkas pembayaran, apalagi yang berkenaan dengan iuran wajib pajak yang disetor," kata Dadang.

Namun, untuk saat ini IBK sudah dipecat dari UPTB Samsat PALI, akibat perbuatannya yang mencoreng nama UPTB Samsat PALI.

"Terhitung tanggal 30 Januari yang lalu, IBK sudah kami keluarkan (pecat). Dan untuk saat ini kami tidak tahu keberadaan dia (IBK). Namun yang pastinya kami sudah berkomunikasi dengan pihak keluarganya, dan dari situ ada etikad untuk membayarnya," katanya.

Dadang juga menegaskan, kepada masyarakat Kabupaten PALI yang merasa telah dirugikan agar segera melaporkan oknum tersebut ke pihak berwajib.

"Kami tidak ada niat untuk menutupi kesalahan (IBK) telah lakukan kepada wajib pajak. Makanya kami mengimbau kepada wajib pajak yang merasa telah dirugikan silakan saja melapor ke pihak yang berwajib," ujar Dadang.

Sejauh ini, sebagian wajib pajak yang telah merasa dirugikan sudah dikembalikan berkasnya.
"Sebagian wajib pajak juga sudah menerima dan mengambil berkas mereka di kantor Samsat, seperti STNK dan lain sebagainya. Tapi ada juga yang telah langsung membayar ke Polres Muaraenim," ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Dadang mengingatkan agar para wajib pajak yang hendak membayar pajak kendaraannya melalui prosedur yang sudah ditetapkan.

"Ini jadi pembelajaran bagi kita semua. Jangan suka titip-titip berkas seperti itu. Karena, kami tidak bisa bertanggung jawab atas kejadian tersebut kalau hanya titip di luar prosedur. Bayarlah pajak melalui prosedur yang telah ditetapkan, melalui loket, kemudian membayarnya melalui rekening bank secara online. Sehingga itu bisa mencegah perbuatan yang menyimpang seperti yang bersangkutan(IBK)," jelas Dadang.

Dadang mengimbau kepada wajib pajak kendaraan, pembayaran pajak kendaraan ganti STNK, Duplikat STNK, BBN dan mutasi kendaraan langsung datang ke UPTD Samsat Kabupaten Muaraenim. Hal disebabkan Kabupaten PALI belum mempunyai Polres, dan masih menginduk Polres Muaraenim.

"Belum berdirinya Polres di PALI, menjadi kendala pelayanan pajak lainnya, jadi di UPTB Samsat PALI hanya bisa melayani pajak tahunan, sedangkan pembayaran pajak kendaraan ganti STNK, Duplikat STNK, BBN dan mutasi kendaraan langsung datang ke UPTD Samsat Kabupaten Muaraenim," jelasnya. (Editor: Abdul Hafiz)

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved