Breaking News:

Anak Muhammad Ali Kerap Diinterogasi Imigrasi Bandara Karena Namanya

Di Florida, para petugas berkali-kali bertanya kepada Ali, “Namamu berasal dari mana?” dan “Apakah kamu Muslim?”

TRIBUNNEWS
Muhammad Ali Jr., anak petinju legendaris mendiang Muhammad Ali, ketika tiba di gedung Kongres AS di Washington DC untuk memberikan kesaksian pada 9 Maret 2017. 

SRIPOKU.COM, AS - Muhammad Ali Jr. kembali diinterogasi di bandara nasional Ronald Reagan, Washington, hari Jumat (10/3) sehari setelah ia memberikan kesaksian di gedung Kongres AS tentang penahanannya yang pertama di bandara Florida pada bulan Februari lalu.

Diinterogasi di Washington

Chris Mancini, pengacara Ali Jr., mengatakan anak petinju legendaris itu akan naik pesawat JetBlue pada hari Jumat (10/3) di bandara Reagan National ketika petugas memberhentikannya dan ia diminta untuk menunjukkan identitas.

Ia kemudian menunjukkan SIM-nya yang dikeluarkan oleh negara bagian, yang biasanya diterima sebagai bukti identitas, tapi ia baru diperbolehkan naik pesawat setelah menunjukkan paspor AS-nya.

“Menurut saya, itu tindakan pembalasan, di samping ia juga terus didiskriminasi karena agamanya," kata anggota Kongres AS dari Florida Debbie Wasserman Schultz, yang juga berada di pesawat yang sama dengan Ali Jr.

Pengacara Ali Jr. juga berspekulasi bahwa penahanannya merupakan pembalasan atas kesaksiannya di gedung Kongres.

“Datang ke Washington jelas-jelas menimbulkan masalah," kata Mancini di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Petugas Badan Keamanan Transportasi AS atau (TSA) membenarkan mereka dipanggil untuk memeriksa identitas Ali Jr. di bandara Reagan National.

Penahanan pada bulan Februari

Sebelumnya pada 7 Februari, Ali Jr. ditahan bersama ibunya, Khalilah Camacho-Ali, istri kedua Muhammad Ali, selama hampir dua jam di bandara internasional Fort Lauderdale-Hollywood di negara bagian Florida, setelah pulang dari Jamaica.

Di Florida, para petugas berkali-kali bertanya kepada Ali, “Namamu berasal dari mana?” dan “Apakah kamu Muslim?”

Ali lahir di Philadelphia.

Kejadian itu berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump mencoba melarang sementara warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim masuk ke Amerika, dengan alasan keamanan. Larangan tersebut menimbulkan kekacauan dan kebingungan di bandara di seluruh dunia. [dw]

Editor: Tarso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved