Oknum Polisi Dituntut 14 Tahun

“Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang no 35 Tahun 2009 tentang narkotika,”

Oknum Polisi Dituntut 14 Tahun
SRIPOKU.COM/YULIANI
Terdakwa Mardian saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri kelas 1A Palembang.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Terdakwa Mardian (39), oknum anggota Polri yang terjerat kasus narkoba, dituntut penjara salama 14 tahun.

Rini selaku JPU menilai, terdakwa sudah mencoreng wajah kepolisian Indonesia yang sedang giat memberantas peredaran narkoba.

Dalam persidangan yang di gelar di pengadilan negeri Klas I A Khusus Palembang Selasa (7/3/2017), terdakwa hanya bisa terdiam saat menjalani persidangan.

“Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang no 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” ujar JPU Rini.

Lanjutnya, selain terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 14 tahun juga harus membayar denda Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

"Masa hukuman sudah dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan,” terangnya.

Setelah mendengarkan tuntutan tersebut, ketua majelis hakim Wisnu Wicaksono memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk membuat pembelaan.

“Sidang dilanjutkan pecan depan dengan agenda pembelaan,” ujarnya.

Dalam dakwaannya, JPU Rini mengatakan terdakwa telah diselidiki oleh Ditres Narkoba POlda Sumsel karena diduga menjadi perantara jual beli narkoba. Pada jumat 12 agustus 2016 sekitar pukul 15.30, Informan Polisi Dwi menemui Dian (berkas terpisah) untuk membeli sabu sebanyak 1 kg.

Dian mengajak ke kontrakan Sukirno (berkas terpisah) di talang keranggo sehingga terjadi negosiasi antara Dwi dengan Sukurno. Pada 15 agustus 2016 Dian mengajak Sukirno menemui Dwi dimana saat itu Dwi bersama dengan Denny (Polisi menyamar), lalu kedianya pergi ke rumah makan Saoenk Kito.

Ketika sampai, Sukirman menghubungi terdakwa Mardiansyah, tak lama teradakwa datang dan bersama dengan sukirno masuk kedalam Mobil saksi Denny. Terdakwa mengecek yang Rp 800 juta sebagai pembayaran untuk 1 Kg sabu. Lalu terdakwa menelpon Ujang alias tompel (DPO) bahwa uang sudah cukup.

Lalu terdakwa keluar dari mobil, tak lama datang Ardi (Berkas terpisah) membawa kantong plastic putih. Lalu terdakwa membawanya ke dalam mobil Denny. Dan menyuruhnya pindah parker ke dekat Indomaret. Terdakwa menyerahkan kantorng plastic yang ternyata bersisi 10 paket besar sabu.

Anggota polisi lainnya langsung melakukan penangkapan terhadap Dian, Sukirno dan Ardi, sementara terdakwa coba melarikan diri sehingga harus ditembak. “Untuk itu perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Refly Permana

Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved