Ucok: Harus Tahu Permasalahan Jalan di Sumsel
Kadis Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Ucok Hidayat mengungkapkan saat ini 80 persen kondisi jalan di Sumsel cukup baik.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Ir H Ucok Hidayat MT mengungkapkan saat ini 80 persen kondisi jalan di Sumsel cukup baik. Meski ada klasifikasinya, pihaknya harus paham permasalahan jalan di wilayah Sumsel.
"Alhamdulillah saya pagi tadi dilantik Bapak Gubernur untuk menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel menggantikan Pak Syamsul Bahri yang sedang sakit. Dimana untuk di PU Bina Marga. Untuk kondisi jalan di Sumsel 80 persen cukup baik. Sementara 20 persen dalam keadaan rusak parah dan sisanya rusak ringan. Kita harus tahu permasalahan jalan di Sumsel. Orang tidak mau tahu, padahal ada klasifikasi jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Orang tahunya letaknya di Provinsi. Maka dari itu kita akan koordinasikan kalau itu jalan negara, kita sampaikan ke BBPJN III Sumsel. Ataupun kalau itu jalan kabupaten/kota, kita juga sampaikan ke Pemkot/Pemkab yang terkait," ungkap Ucok, Senin (6/3/2017).
Mantan Sekda Kota Palembang ini mengatakan, kondisi jalan yang mengalami rusak parah kebanyakan berada di daerah OKU. Hal ini dikarenakan struktur tanah di wilayah tersebut mengandung material pasir.
"Sehingga pada waktu hujan, jalan terkena air tanahnya cepat turun dan cepat berlobang bahkan putus," jelas mantan Kadis Perindustrian Provinsi Sumsel.
Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mencarikan solusi terkait penanganan jalan di wilayah OKU.
"Apalagi di sisi kanan kiri jalan itu jurang jadi ada kendala untuk perbaikannya, paling menggunakan bronjong. Karena kalau untuk membangun tol seperti Sementara itu anggarannya tidak cukup belum lagi banyak jalan yang harus diperbaiki," ujarnya.
Tahun ini pihaknya tengah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp1 Triliun.
"Untuk perbaikan jalan dianggarkan Rp400 Miliar sisanya Rp600 Miliar untuk infrastruktur Asian Games," katanya.
Sementara untuk progres pembangunan Jembatan Musi VI diakui Ucok saat ini proyek tersebut terus berjalan.
"Saat ini sudah 60 persen fisiknya, untuk tiang pancangnya sudah dipasang semua," terangnya.
Tahun ini pembangunan jembatan Musi VI dianggarkan dalam dua tahap yakni tahap pertama sebesar Rp89 Miliar dan tahap kedua Rp48 Miliar.
"Dengan anggaran tersebut target kami dapat selesai akhir tahun 2017 dan awal 2018 sudah bisa dioperasikan dengan catatan tidak ada hambatan," pungkas mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Setda Provinsi Sumsel. (Editor: Abdul Hafiz)
