Polresta Bongkar Penjualan Obat-obatan Terlarang di Palembang

Reserse Satuan Narkoba Polresta Palembang kembali membongkar jaringan penjualan obat-obatan terlarang yang beroperasi di Palembang.

SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Rudiansyah, dan jajarannya ketika mengelar rilis tangkap tersangka kosmetik dan pemakai narkoba, Senin (7/3). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Reserse Satuan Narkoba Polresta Palembang kembali membongkar jaringan penjualan obat-obatan terlarang yang beroperasi di Palembang melalui jalur Ibukota Jakarta. Setelah sebulan lalu mengungkap peredaran yang sama asal Korea, Senin (6/3).

Pipit (35), warga Tangga Buntung, Kecamatan IB II Palembang ini diciduk petugas, setelah petugas melakukan under cover sebagai pembeli, dengan barang bukti 10 item kosmetik yang turut diamankan.

"Kami sudah tiga tahunan jualan bedak, tapi kalau produk ini baru tiga bulan. Kami juga tidak tahu kalau ini produk terlarang," ungkap ibu rumah tangga ini dengan menundukkan wajahnya.

Tersangka mengaku menekuni penjualan ini lantaran suaminya menganggur sehingga ia pun harus putar otak untuk mencari nafkah.

"Ditawari sales, ya sudah kami ambil. Katanya barang dari Jakarta, itu awalnya saya jualan ini pak," katanya.

Sementara, Kasat Narkoba Polresta Palembang Kompol Rudiansyah mengatakan bahwa anggota sempat melakukan penyamaran untuk mengungkap jaringan ini.

"Ternyata ini beda dengan yang jaringan Korea yang ditangkap sebulan lalu di Sukarami. Kita akan terus kembangkan," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Juga mengekpose 6 tersangka pemakai dan pengedar sabu-sabu dan Ekstasi. Keenam pemakai dan pengedar itu, yakni Suranto, Edi, Ariyadi, Yunus, Deni dan Tulus. " Semua kita tangkap ditempat dan waktu berbeda. Dari hasil penyelidikan selama sebulan terakhir ini," ungkap Rudi. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved