Breaking News:

Elang Rajawali Jadi Penghuni Baru di TWA Punti Kayu

Meskipun sempat tak mau terbang saat dilepaskan, namun elang yang bagian bentuk kepalanya mirip burung rajawali ini akhirnya terbang bebas.

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Pihak BKSDA Sumsel dan PT IPC yang melepaskan dua ekor elang di area TWA Punti Kayu Palembang, Sabtu (4/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kepakan sayap elang bondol, akhirnya berkibas dan terbuka lebar saat dilepaskan di area Taman Wisata Alam (TWA) Hutan Punti Kayu Palembang, Sabtu (4/3/2017).

Meskipun sempat tak mau terbang saat dilepaskan, namun elang yang bagian bentuk kepalanya mirip burung rajawali ini akhirnya terbang bebas mengitari area hutan yang sejajar diantara tingginya pohon-pohon pinus.

Ada dua ekor elang yang dilepaskan di area TWA Punti Kayu. Selain seekor elang bondol atau dikenal dengan sebutan nama elang jawa hitam, juga dilepaskan seekor elang jenis kepala putih. Namun elang kepala putih tidak begitu kesulitan dan langsung terbang bebas ketika dilepaskan.

Pelepasan dua ekor elang dilakukan pihak BKSDA Sumsel bersama PT IPC (Indosuma Putra Citra) selaku pihak pengelola TWA Punti Kayu. Elang bondol dan elang kepala putih, menjadi dua satwa punghuni baru TWA Punti Kayu yang hidup bebas di area hutan seluas 50 hektar.

Kepala Seksi Wilayah Konservasi I BKSDA Sumsel Surachman SH, didampingi Koordinator Urusan Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Konservasi (P2K2) BKSDA Sumsel Andre SH MH mengatakan, dua ekor elang yang usianya sudah masuk usia dewasa ini diberikan oleh Kasdam II Sriwijaya dan PT IPC dari hasil serahan warga secara sukarela.

Kedua elang merupakan jenis elang yang sangat langka dan merupakan salah satu satwa yang dilindungi negara.

"Area TWA Punti Kayu seluas 50 hektar ini merupakan habitatnya burung elang. Setiap tahunnya kita melepas burung elang di Punti Kayu dan dilepaskan secara bebas untuk hidup di Hutan Punti Kayu," ujarnya.

Dikatakannya, TWA Punti Kayu sebagai habitat burung elang, dinilai cukup banyak memiliki sumber makanan bagi burung elang. Dikarenakan 10 hektar TWA Punti Kayu merupakan rawa-rawa yang tentunya banyak ikan.

"Sumber pakan di TWA Punti Kayu cukup banyak. Burung elang makanan pokoknya adalah ikan yang banyak di rawa-rawa Punti Kayu. Burung elang yang dilepaskan ini tidak akan berlari kemana-mana, karena TWA Punti Kayu adalah habitatanya," ujarnya.

Sementara itu Manager PT IPC Raden Azka mengatakan, pelepasan dua ekor elang juga menyambut HUT Hari Rimbawan ke-34 tahun yang diselenggarakan setiap tanggal 16 Maret.

Dua elang yang dilepaskan akan menjadi bagian sejumlah satwa yang hidup bebas di area TWA Punti Kayu.

"Kalau jumlah burung yang hidup bebas di TWA Punti Kayu ini sudah banyak sekali. Tidak ada burung elang yang dikandang, karena burung elang adalah satwa yang dilindungi. Untuk anakan elang pun kita latih dulu untuk bisa mencari makan sendiri dan kemudian baru kita lepaskan. Intinya TWA Punti Kayu banyak menyimpan sumber makanan bagi burung-burung elang yang ada di area Punti Kayu," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved