Obat Tertahan di Bea Cukai, Pasien Penyakit Langka Meninggal Dunia

Obat-obatan untuk pasien penyakit langka masih sulit didapatkan di Indonesia. Obat harus diimpor dari luar negeri. Meski demikian, proses untuk mendap

Obat Tertahan di Bea Cukai, Pasien Penyakit Langka Meninggal Dunia
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

Damayanti pun segera mengirim surat ke sebuah perusahaan yang memproduksi susu tersebut. Sampai akhirnya, susu tersebut cepat dikirim ke Indonesia.

"Namun, apa yang terjadi? Masalahnya di bea cukai lagi. Saya bilang, 'pasien saya perlu, Pak' . Namun, jadinya harus bikin surat dan nunggu lagi berminggu-minggu. Akhirnya kita kehilangan Kenes," tutur Damayanti.

Bayi Kenes meninggal dunia sebelum mendapatkan susu khusus itu. Ia sempat bertahan selama 20 hari, dan susu itu baru bisa keluar setelah bayi Kenes sudah tiada.

Menurut Damayanti, bayi Kenes meninggalkan pesan mendalam agar semua pihak bisa menyelesaikan masalah untuk pengobatan penyakit langka di Indonesia.

"Saya enggak mau hal ini terulang lagi. Kalau kita lihat peraturan di negara lain, untuk penyakit langka ini dikasih perlakuan khusus. Jadi, pemerintah harusnya membuat jalur khusus karena ini untuk menyelamatkan nyawa. Anak ini berhak hidup, berhak dapat pengobatan yang baik," kata Damayanti.

Penulis : Dian Maharani

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved