Antisipasi Kemacetan Saat Perhelatan Asian Games Ditlantas Polda Sumsel Lakukan Andalalin
Menjelang digelarnya perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia atau Asian Games 2018, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel
Penulis: Sugih Mulyono | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menjelang digelarnya perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia atau Asian Games 2018, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel bersama empat pilar lainnya, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dan Perguruan Tinggi terus berbenah termasuk salah satunya dengan melakukan analisis dampak lalu lintas (Andalalin) dalam mengatasi kemacetan yang terjadi di Palembang.
"Dalam mengatasi dan mengurai kemacetan perlu adanya Andalalin. Dan untuk itu, perlu adanya sinergitas lima pilar yakni Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dan Perguruan Tinggi. Dengan adanya sinergitas lima pilar tersebut dapat bisa lebih baik lagi," ungkap Direktur Ditlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Slamet Santoso, Selasa (28/2/2017).
Dikatakan Raden, untuk saat ini, banyak faktor yang menyebabkan kemacetan terjadi Sumsel pada umumnya dan Palembang pada khususnya. Diantaranya, jumlah pertumbuhan kendaraan yang mencapai 10 hingga 15 persen per tahun, tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang hanya bertambah 0,5 hingga 1 persen per tahun, pengguna lahan yang tidak tepat dan termasuk juga dari perilaku pengendara sendiri.
"Selanjutnya perilaku pengendara atau pengguna jalan saat berkendara dan dampak pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan Fly Over," terangnya saat ditemui usai acara rapat koordinasi Traffic Board Sumatera Selatan dalam rangka optimalisasi Andalalin, di aula Dinas Perhubungan Sumsel.
Dan untuk mengatasi itu semua, dikatakan Raden, sehingga sangat dibutuhkan rapat koordinasi Traffic Board Sumatera Selatan dalam rangka optimalisasi Andalalin termsuk untuk menemukan dan mencari terobosan-trobosan mengatasi kemacetan.
"Salah satunya ya seperti menentukan titik U-Turn, Contra Flow dan menempatkan personil pada titik-titk tertentu. Program terus berlanjut dan permasalahan ini harus ditangani satu per satu. Mudah-mudahan dengan sinergitas lima pilar dapat teratasi," jelasnya.
Sementara itu, Kadishub Sumsel, Nasrun Umar, mengatakan, konsekuensi adanya pagelaran Asian Games 2018, tentu adanya pembangunan di sana-sini salah satunya LRT dan Fly Over.
"Pembangunan LRT di Tokyo (Jepang) dan Kuala Lumpur (Malaysia) juga menimbulkan macet. Tapi setelah itu masyarakat akan merasakan dampak positifnya," jelasnya.
Nasrun mengaku optimis, pembangunan LRT dapat diselesaikan tepat waktu atau sebelum pagelaran Asian Games 2018.
"Insyaallah sebelum Asian Games sudah selesai. Kita mohon dukungan semua pihak, agar pembangunan dapat berjalan lancar," ujar dia.
Masih dikatakan Nasrun, pihaknya terus mengkaji dalam mengatasi kemacetan di Sumsel pada umumnya dan Palembang pada khususnya.
"Banyak konsep seperti pembatasan usia kendaraan, sistem genap ganjil dan lainnya. Tapi, tentunya ini butuh kajian dan konsep yang matang," ungkapnya.