Jalinsum Muaraenim Rawan Longsor

Tinggi curah hujan yang mendera kota Muaraenim dan sekitarnya membuat beberapa ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menjadi longsor.

Jalinsum Muaraenim Rawan Longsor
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Wabup Muaraenim H Nurul Aman dan rombongan melakukan peninjauan ke titik rawan longsor di sepanajng Jalinsum Muaraenim - Simpang Meo, Jumat (24/2). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Tinggi curah hujan yang mendera kota Muaraenim dan sekitarnya membuat beberapa ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menjadi longsor, Jumat (24/2/2017).

Dari pengamatan dan informasi dilapangan, Jalinsum dari kota Muaraenim ke Simpang Meo, sudah terlihat beberapa titik jalan yang longsor dan berpotensi longsor yang jika tidak secepatnya ditangani akan menyebabkan Jalinsum putus.

Namun dari beberapa titik tersebut, setidaknya ada dua titik yang benar-benar harus secepatnya ditanggulangi yakni di Desa Karang Raja, Kecamatan Muaraenim dan Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul.

Sebab akibat longsor tersebut, sudah sebagian jalan tergerus, bahkan pagar pengaman jalan sudah menggantung dan terjatuh ke dalam jurang longsoran.

Menurut Wakil Bupati Muaraenim H Nurul Aman didampingi Kadis PU BM Muaraenim A Yani, bahwa pihaknya sudah menginvertarisasi dan melaporkan titik-titik jalan yang longsor dan rusak berat yang harus segera diperbaiki termasuk satu titik jalan SMB II Muaraenim, ke instansi terkait di Sumsel.

Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan melalui Kasatlantas AKP Adik Sulistiono, bahwa secara umum kondisi Jalinsum di wilayah Kabupaten Muaraenim rusak berat terutama dari ruas Prabumulih - Simpang Meo.

Hal tersebut banyaknya jalan yang berlobang dan longsor, yang menyebabkan sering terjadinya lakalantas. Apalagi musim penghujan, jalan berlobang sering tergenang air hujan, sehingga para pengguna jalan terutama di malam hari sering terjebak.

Selain itu juga diakibatkan masih banyaknya angkutan truk batubara yang masih melintas Jalinsum sehingga memperparah jalan dan sering membuat kemacetan lalulintas.

Lalu, disetiap perlintasan kereta api masih banyak yang belum mempunyai pintu perlintasan, yang juga menjadi penyumbang lakalantas.

"Kita berharap jalan segera diperbaiki, dan angkutan batubara sudah melalui jalan khusus batubara. Kita sering menimbun lobang sendiri dengan batu, tapi tentu terbatas," ujar AKP Adik.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved