Jadikan Perguruan Tinggi Berdaya Saing Internasional

Suasana studi banding Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Sumatera Selatan.

Jadikan Perguruan Tinggi Berdaya Saing Internasional
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Suasana studi banding Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Sumatera Selatan.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Sumatera Selatan terus berupaya memperkuat yayasannya agar terus eksis dan berdaya saing.

Sesuai dengan visi dan misinya "Berdaya Saing 2020", YPLP PT PGRI Sumatera Selatan akan membuat Universitas PGRI mampu bersaing dengan universitas dari dalam dan luar negeri.

Ketua Umum YPLP PT PGRI Sumsel, Dr H Bukman Lian MM MSi, Kamis (9/2) mengatakan untuk mampu berdaya saing, yang harus dilakukan adalah memperbaiki SDM, dan hal lain yang diperlukan ada dana.

"SDMnya harus pintar dulu, untuk itu kami melakukan studi banding ini, nah kan untuk berdaya saing ini tentunya menggunakan dana yang besar, untuk itu kami akan membuat Badan Pengelolaan Aset dan Usaha Komersil," ujarnya.

Bukman mengatakan, semua aset ini akan diberdayakan agar bisa menghasil usaha yang bisa menambah pendapatan yayasan untuk mengembangkan perguruan tinggi.

"Untuk usaha komersil kami punya gedung bisnis, di gedung ini terdapat kios-kios yang bisa dimanfaatkan untuk usaha. Yayasan akan membuat suatu usaha berupa ATK, fotocopy atau usaha lainnya," ujarnya.

Selain itu, Juni mendatang, yayasan juga akan launching TK/PAUD/RA berniansa Islam terpadu.

"Jadi YPLP PT PGRI Sumsel berkomitmen untuk mendidikan anak dengan karkater Islami. Dengan demikian pada tahun 2020 visi dan misi kami untuk menjadikan perguruan tinggi berdaya saing akan tercapai," ujarnya.

"Kami melakukan studi banding ini bersama ketua yayasan, Bapak Bukman Lian dan juga anggota yayasan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kedudukan yayasan dalam rangka membangun usaha. Kami memilih universitas ini karena memang sudah menjadi kolega sesama Universitas PGRI, dan memang badan usaha yang mereka kelola memang sudah berjalan dan ini yang harus dipelajari," ujarnya Dr H Syarwani Achmad MM, Rektor Universitas PGRI Palembang.

Syarwani mengatakan, selama ini memang yayasan sudah punya usaha-usaha ini, seperti poliklinik, koperasi, tapi memang belum terhimpun dan tertata dengan baik.

"Untuk itu, ke depannya, yayasan akan membuat badan usaha khusus yang mengurus usaha-usaha ini. Selain PPLP PT PGRI Surabaya, pihaknya juga akan melakukan studi banding ke Universitas PGRI Kanjurian Malang," ujarnya.

Ketua STKIP PGRI Lubuk Linggau, Drs H Achmad Baidjuri Asir MM, mengatakan, dalam studi banding ini, pihaknya hanya melihat usaha-usaha yang sudah dijalankan oleh PPLP PT PGRI Surabaya.

"Ada asrama mahasiswa, poliklinik umum, koperasi yang sudah memiliki aset hingga Rp 14 miliar dan juga objek wisata wahana outbond," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved