Akibat Tumor di Tempurung Kepala, Amin Menjadi Buta

Hj Raden Rukmi Sismartianti Aswari, dan Ketua Darma Wanita Lahat, Hj Rahmi Nasrun Aswari, Jumat (10/2) membesuk Amin Mulia (14),pasien tumor di RSUD.

Akibat Tumor di Tempurung Kepala, Amin Menjadi Buta
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ketua PKK Lahat, Hj. Raden Rukmi Sismartianti Aswari, dan Ketua Darma Wanita Lahat, Hj. Rahmi Nasrun Aswari, Jumat (10/2) membesuk pasien di RSUD, Amin Mulia 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Ketua PKK Lahat, Hj. Raden Rukmi Sismartianti Aswari, dan Ketua Darma Wanita Lahat, Hj. Rahmi Nasrun Aswari, Jumat (10/2) membesuk pasien di RSUD, Amin Mulia (14) warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu ini yang terkena pengidap tumor di tempurung kepala.

Dalam kesempatan tersebut diberikan bantuan kepada lelaki malang yang sudah tujuh tahun terkena tumor tersebut.

Dilokasi terpisah puluhan pemuda yang tergabung di KNPI dan Pemuda Pancasila Kabupaten Lahat, melakukan penggalangan dana di beberapa titik di Kota Lahat. 

"Sedih melihatnya, semoga cepat sembuh yo nak, di sini ada bunda melihat kamu nak, " kata istri Bupati Lahat yang akrab disapa Bunda Lisa.

Sementara itu, ketua MPC Pemuda Pancasila yang Juga Ketua KNPI Kabupaten Lahat, Tanhar Effendi mengungkapkan dilakukannya penggalangan dana untuk Amin Mulia sebagai bentuk peduli kepada sesama, terlebih sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan. Dirinya sendiri berharap bantuan diberikan bisa mengurangi beban khususnya kedua orang tuanya. 

"kepedulian kita kepada sesama menjadi bagian konsepsi kerja yang kita usung di KNPI Maupun di Pemuda Pancasila", ujarnya.

Sementara Sadarwan (52) dan Ruslaili (50) orang tua Amin Mulia sangat terkejut dan terharu atas kedatangan Bunda Lisa dan berbagai bantuan yang diberikan.

Menurutnya tak ada ungkapan lain selain terimakasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada anaknya tersebut. Sedikit diceritakan Sadarwan, Amin Mulya, sudah tidak dapat bermain bersama teman-temannya sejak 7 tahun silam.

Menurutnya, anak kesayanganya tersebut didiagnosa mengidap tumor tempurung otak.

Tidak saja menggerogoti seluruh badannya, tumor itu juga menyebabkan Amin harus kehilangan pengelihatanya. Bahkan, kondisinya saat ini tidak sudah tidak dapat berjalan.

Sebagai orang tua, berbagai upaya telah dilakukan. Bahkan, Sadarwan telah membawa anak ke empatnya itu ke salah satu rumah sakit di Jakarta. "Awal Amin mulai mengidap tumor tersebut tahun 2010 lalu, ditandai dengan sakit kepala. Karena sakit yang tidak kunjung sembuh," tuturnya. 

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved