Warga Saksikan Lomba Bidar Mini dari Perahu Jukung

Ayunan ombak ditambah dengan gerimis tak dipedulikan warga demi menyaksikan perlombaan dari dekat.

Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ZAINI
Suasana perlombaan bidar mini di Kelurahan Karya Jaya Kertapati Palembang, Minggu (5/2/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANg -- Tak tersedia lagi tempat untuk sekedar berdiri atau duduk di pos pembuangan karet PT Muara Kelingi, puluhan warga Kelurahan Karya Jaya Kertapati Palembang menjadikan jukung sebagai tempat untuk menonton lomba bidar mini di perairan Sungai Keramasan Minggu (5/2).

Ayunan ombak ditambah dengan gerimis tak dipedulikan warga demi menyaksikan perlombaan dari dekat.

Setidaknya, ada 10 jukung yang 'parkir' dengan bermuatan lebih dari sepuluh penumpang. Jukung-jukung itu tidak berlayar seperti biasanya, melainkan hanya diam di tempat berlabuh memenuhi keinginan para penumpang.

Begitu lomba bidar mini digelar, teriakan semangat terdengar dimana-mana. Mereka mendukung peserta yang domisilinya di RT yang sama. Layaknya ajang bidar dalam skala besar, perlombaan ini berlangsung meriah.

Satu bidar bermuatan empat hingga lima orang. Mereka bekerja sama mendayung bidar sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik.

Angin yang berhembus cukup kencang menjadi tantangan sendiri bagi semua peserta karena arus semakin tak bersahabat.

Namun, seperti halnya atlet profesional, mereka bisa menyelesaikan tahapan perlombaan tak peduli meski gagal menjadi pemenang.

Dikatakan Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah, perlombaan bidar mini merupakan hiburan tahunan yang digelar oleh Kelurahan Karya Jaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan HUT kelurahan, yang di tahun ini sudah menginjak angka 60 tahun. Begitu awal Februari tiba, kegiatan serupa pasti selalu digelar.

Mengapa bidar, Dwi menjelaskan, dikarenakan sebagian besar masyarakat yang berdomisili di Jl Muara Kelingi tak lepas dari aktififtas di Sungai Keramasan. Karena dipisahkan oleh sungai, transportasi air menjadi media yang tak pernah lepas dari masyarakat.

Untuk itu, digelarlah perlombaan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, yakni perlombaan bidar mini.

"Yang ikut semuanya warga di kelurahan ini dan merupakan perwakilan dari semua RT. Untuk tahun ini, ada 65 peserta dimana satu RT bisa mengirimkan lebih dari satu perwakilan," kata Dwi.

Harnojoyo, Walikota Palembang, tak ketinggalan menyaksikan kegiatan yang menarik ini. Meski mobil yang mengantarnya harus melintas jalan berbatu bercampur tanah yang licin karena diguyur hujan, Harno tampak terhibur begitu sudah tiba di lokasi.

Ia cukup lama duduk di tempat yang sudah disediakan demi menyaksikan perlombaan.

Ke depan, Harno mengatakan, Pemkot Palembang melalui Disbudpar berencana menjadikan kawasan Muara Kelingi sebagai tempat wisata.

Adapun objek yang ditawarkan adalah perlombaan bidar mini. Niat ini ada karena rupanya antusiasme masyarakat akan perlombaan ini cukup besar.

"Banyak yang menyaksikan dan tampaknya bagus kalau kita konsep untuk skala yang lebih besar. Lumayan bisa jadi hiburan rakyat," kata Harno.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved