Merasa Ditipu, Dua Kasir Tempat Judi Berkedok Game Laporankan Bosnya ke Polisi

Mereka ini sebagai korban juga, mereka hanya berkerja sebagai kasir. Seharusnya, bosnya yang ditangkap dan dijadikan sebagai tersangka

Merasa Ditipu, Dua Kasir Tempat Judi Berkedok Game Laporankan Bosnya ke Polisi
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Riskon Vani, kuasa hukum Fitri dan Windi, kasir tempat perjudian berkedok game, melapor ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (3/2/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus penggerebekan arena perjudian berkedok game di dalam PTC Mall Palembang yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel pada Minggu (22/1/2017) sekitar pukul 19.00 lalu, hingga kini Jumat (3/2/2017), terus berlanjut.

Dari penggerebekan tersebut 9 sembilan orang berhasil diamankan.

Namun dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, hanya dua orang yang diketahui sebagai kasir di tempat perjudian tersebut yakni Fitri dan Windi yang ditetapkan tersangka oleh penyidik.

Menindaklanjuti hal tersebut, kuasa hukum Fitri dan Windi, Riskon Vani, memberikan apresiasi kepada Polda Sumsel yang telah berhasil mengungkap praktik perjudian di dalam mal tersebut.

Namun pihaknya juga menyayangkan karena hanya kliennya, Fitri dan Windi yang ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, menurutnya, kliennya, Fitri dan Windi juga menjadi korban sehingga tidak semestinya dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Mereka ini sebagai korban juga, mereka hanya berkerja sebagai kasir. Seharusnya, bosnya yang ditangkap dan dijadikan sebagai tersangka," jelasnya.

Dijelaskannya, sebelum diperkerjakan sebagai kasir, kliennya melamar kerja dan akan dijadikan pegawai yang ditempatkan di tempat permainan bukan kasir tempat perjudian yang berkedok game.

"Tapi pada kenyataannya dan setelah diterima kerja, mereka berdua dijadikan kasir di tempat tersebut. Sehingga dengan ini kliennya saya juga merasa telah dibohongi dan juga dieksploitasi," katanya.

Oleh karena itu, ia mewakili kedua kliennya, melaporkan bos kliennya tersebut ke SPKT Polda Sumsel dengan Pasal 2 Undangan-undang No 21 tahun 2007 dan laporan tersebut tertuang dalam LPB/83/2017/SPKT tertangal 3 Februari 2017.

"Yang kita laporan bosnya inisial J dan Ko A. Keduanya merupakan manager Beta Game Zone PTC dan PS Mall Palembang," ujarnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved