Diduga Sakit Jantungnya Kambuh, Tersangka yang Diduga Bandar Narkoba Tewas Saat Ditangkap‎ Polisi

Ia tewas di rumah sakit dr Sobirin Lubuklinggau setelah dibawa oleh anggota dari lokasi penangkapan di Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Diduga sakit jantungnya kambuh, Khoir (50), yang diduga bandar narkoba asal Kabupaten Muratara, tewas saat ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Musirawas, Senin (30/1/2017) sekira pukul 19.45 WIB. Ia tewas di Rumah Sakit dr Sobirin Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Diduga sakit jantungnya kambuh, Khoir (50), yang diduga bandar narkoba asal Desa Lawangagung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, tewas saat ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Musirawas, Senin (30/1/2017) sekira pukul 19.45 WIB.

Ia tewas di rumah sakit dr Sobirin Lubuklinggau setelah dibawa oleh anggota dari lokasi penangkapan di Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu.

"Tersangka Khoir yang mempunyai riwayat sakit jantung kronis, sewaktu di perjalanan menuju kota Lubuklinggau sakit jantungnya kambuh. Kemudian tersangka langsung dibawa ke RS Sobirin Lubuklinggau dan meninggal dunia di rumah sakit tersebut," ujar Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata melalui Kasat Narkoba AKP Forliamzons, Selasa (31/1/2017).

Diungkapkan, tersangka Khoir merupakan bandar narkoba asal Kabupaten Muratara yang sudah lama diburu dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Satres Narkoba Polres Musirawas.

Salah seorang kaki tangannya yaitu Perry Ardiansha (30), warga Desa Lawangagung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, sudah ditangkap lebih dulu pada 9 Januari 2017.

Saat penangkapan itu, anggota mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi senilai Rp34,1 juta dari Perry Ardiansha.

Dijelaskan, tersangka Khoir ditangkap di jalan lintas Desa Kali Bandang Kecamatan Selupurejang Kabupaten Rejanglebong Provinsi Bengkulu.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa tersangka Khoir sedang berada di Curup Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu.

Berdasarkan informasi tersebut, ‎anggota langsung melakukan pengejaran.

Setelah melakukan penyelidikan, diketahui tersangka sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya dan anggota berupaya menghentikannya.

Begitu melihat mobil petugas yang datang, tersangka mencoba kabur dengan cara berbalik arah.

Namun, sepeda motornya terbalik dan tersangka jatuh dari sepeda motor.

"Tersangka sempat melarikan diri dan mencoba naik motor masyarakat yang lewat di lokasi. Namun berhasil dikejar dan sewaktu ditangkap, ia masih melakukan perlawanan dan memberontak, tapi kemudian akhirnya berhasil diamankan oleh anggota," kata AKP Forliamzons.

Setelah berhasil diamankan, anggota melakukan penggeledahan badan dan menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,61 gram dan dua butir pil ekstasi di saku celananya.

Tersangka kemudian dibawa menuju Mapolres Musirawas.

Namun dalam perjalanan, tersangka Khoir yang mempunyai riwayat sakit jantung kronis, sakit jantungnya kambuh.

Oleh anggota ia kemudian dibawa ke RS Sobirin Lubuklinggau.

Namun jiwanya tak tertolong lagi dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved