Sopir dan Penumpang Bentor Kedapatan Bawa Sajam dan Kunci T

"Setelah itu, kami keliling saja hingga akhirnya terjaring razia dan diamankan," jelasnya.

SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kedua tersangka saat diamankan di Polsekta IB II Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam), Erwin (39) dan Musa (27) yang diketahui merupakan sopir dan penumpang becak motor (bentor), akhirnya diamankan.

Keduanya diamankan Polsekta Ilir Barat (IB) II Palembang setelah terjaring razia di Jalan PSI Lautan Simpang Suro Kecamatan IB II Palembang, Jumat (27/1/2017) sekitar pukul 22.00.

Selain itu, dari dua sekawan yang tinggal bertetanggaan di Desa Sungai Nibung Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin tersebut juga didapat kunci leter T yang diduga akan digunakan untuk melakukan aksi pencurian sepeda motor (curanmor).

Ditemui di Polsekta IB II Palembang, tersangka Musa, mengatakan, sebelum diamankan, ia dan rekannya, Erwin baru saja nongkrong dan minum-minuman keras jenis tuak di bawah Jembatan Ampera 16 Ilir Palembang hingga mabuk.

"Setelah itu, kami keliling saja hingga akhirnya terjaring razia dan diamankan," jelasnya.

Diakui pria yang pernah masuk penjara karena kasus pencurian ini, ia diajak oleh rekannya, Erwin untuk mencuri sepeda motor dengan cara mencari sasaran dengan berkeliling di Palembang.

"Pisau itu kami bawa masing-masing tapi semua milik Erwin. Kalau kunci leter T itu punya Erwin. Saya hanya ikut saja. Erwin juga yang bawa bentor dan saya duduk di dalam Bentor," terangnya.

Sementara itu, tersangka Erwin, mengatakan, ia memang berencana mengambil motor bebek jenis matic.

"Kunci Leter T itu memang digunakan motor bebek jenis matic," jelasnya.

Saat disinggung sudah beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian, Erwin mengaku belum pernah.

"Baru mau mencoba pak, tapi sudah keburu ditangkap Polisi," kata tersangka Erwin yang pernah masuk penjara karena kasus penggelapan ini.

Kapolsekta IB II Palembang, Kompol Mayestika Hidayat didampingi Kanit Reskrim, Ipda Jhony Palapa, menjelaskan, kedua tersangka ditangkap di kawasan Simpang Suro saat petugas tengah melakukan razia.

"Keduanya merupakan residivis. Untuk penemuan kunci leter T, saat ini masih kita dalami apakah sudah ada laporan terkait aksi keduanya. Dan akibat perbuatannya, keduanya akan dikenakan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951," jelasnya. (*)

Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved