Kesenjangan Picu Munculnya Radikalisme di Indonesia

Apabila indeks rasio kesenjangan mencapai 0,50 dipastikan negara akan hancur karena ketidakadilan.

SRIPOKU.COM/ODI ARIA
Mahfud MD saat berada di UIN Raden Fatah Palembang menjadi narasumber 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- "Apabila terus menerus rakyat dibohongi oleh pemerintah mereka bosan dan dapat menilai sendiri kebenaran. Jika korupsi serta hal lain dibiarkan, maka dipastikan sebagai pemicu tindakan radikalisme karena dirasa tidak adil," ujar Mahfud MD saat menjadi narasumber kuliah tamu di UIN Raden Fatah, Kamis (26/1/2017)

Ia menerangkan, apabila indeks rasio kesenjangan mencapai 0,50 dipastikan negara akan hancur karena ketidakadilan.

Menurut Mahfud, indeks rasio Indonesia saat ini antara si kaya dan si miskin sudah tinggi mencapai 0,410 atau turun dari 0,415.

"Kenapa radikalisme muncul ke permukaan karena masyarakat tidak tahan dengan kepentingan dan ketidakadilan. Sehingga masyarakat yang merasa dibohongi akan memberontak," tegas mantan Ketua MK ini.

Mahfud menyebut, kendati masyarakat banyak hidup dalam kondisi miskin dan penuh kesulitan, akan tetapi pemerintah jangan sampai teledor dengan pemerataan kesenjangan.

Jika hal ini terus dibiarkan bisa sebagai pemicu radikal yang belakangan mulai nampak muncul ke permukaan.

Mahfud pun mengkhawatirkan akan terjadi gejolak hingga ancaman kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apabila sikap intoleransi terus terjadi.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved