Kejari Periksa Sejumlah PNS Pemkot Palembang, Soal Kegiatan Umroh 2014 Diduga Fiktif?

Tampak sejumlah PNS, memasuki ruang Kasi Intelijen Kejari Palembang dan menghadap jaksa untuk dimintai keterangannya.

Kejari Periksa Sejumlah PNS Pemkot Palembang, Soal Kegiatan Umroh 2014 Diduga Fiktif?
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kegiatan umroh pada tahun 2014 di lingkungan Pemkot Palembang, dilakukan penyelidikan oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari Palembang).

Penyelidikan ini terpantau adanya sejumlah PNS Pemkot Palembang yang menjalani pemeriksaan jaksa di Kantor Kejari Palembang Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang, Selasa (24/1/2017).

Tampak sejumlah PNS, memasuki ruang Kasi Intelijen Kejari Palembang dan menghadap jaksa untuk dimintai keterangannya.

Bukan hanya sejumlah PNS yang menjalani pemeriksaan, ada juga warga sipil yakni sebagai Ketua RT juga ikut dimintai keterangnnya terkait pelaksanaan pemberangkatan umroh pada tahun 2014.

Namun tak satu pun dari sejumlah orang yang dimintai keterangannya untuk memberikan komentar, setelah menjalani pemeriksaan jaksa.

"Coba tanya di dalam saja (jaksa), saya tidak tahu," ujar salah seorang PNS yang selesai menjalani pemeriksaan.

Sementara itu Kasi Intelijen Kejari Palembang Fitriansyah SH, enggan berkomentar terkait pemeriksaan yang dilakukan sejumlah jaksa di ruangannya.

"Nanti saja ya, saya belum bisa memberikan komentar," kata Fitriansyah.

Dari informasih dihimpun, pemeriksaan sejumlah PNS dan warga sipil lainnya terkait pelaksanaan umroh tahun 2014 yang aliran dananya bersumber dari Pemkot Palembang.

Diketahui anggaran dana mengalir ke Biro Sosmat (Sosial Masyarakat) Pemkot Palembang.

Pada pelaksanaan umroh tahun 2014 itu terdapat 150 orang yang berangkat umroh dan setiap orang menerima Rp20-25 juta.

"Ini baru lidik bagian intel saja. Memang sudah dua minggu ini semua orang yang berangkat umroh itu dimintai keterangan. Tapi ini baru lidik. Kemungkinan pihak travelnya juga akan dipanggil untuk dimintai keterangnnya," ujar sumber yang yang enggan menyebutkan identitasnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kabag Humas Pemkot Palembang Adi Zahri tidak bisa memberikan komentarnya.

Meskipun sudah dikonfirmasi via WhatsApp dan telah diterima, tetap tidak memberikan jawabannya terkait pemeriksaan yang dilakukan jaksa Kejari Palembang. (*)

Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved