Diduga Lakukan Pemerasan Bandar Narkoba

Empat Oknum Polisi dan Satu Oknum TNI AD Diamankan

Diketahui empat oknum polisi masing-masing berinisial Aipda Ri, Aipda An, Bripka El dan Bripka Ar. Sedangkan seorang oknum TNI berinisial Serka Um

Empat Oknum Polisi dan Satu Oknum TNI AD Diamankan
Istimewa
Ilustrasi pemerasan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Diduga lantaran hendak melakukan aksi pemerasan terhadap seorang bandar narkoba, empat oknum anggota polisi dan satu TNI, akhirnya diamankan tim gabungan dari anggota Polres Banyuasin dan Polsek Pangkalan Balai, Jumat (20/1/2017) malam.

Diketahui empat oknum polisi masing-masing berinisial Aipda Ri, Aipda An, Bripka El dan Bripka Ar. Sedangkan seorang oknum TNI berinisial Serka Um. Kelimanya berhasil diamankan disebuah mobil yang dihadang petugas gabungan di kawasan Jalan Lintas Timur Sumatera Km 42 Kelurahan Mulya Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Sealin itu petugas gabungan juga mengamankan dua orang warga sipil yakni Rizal (56) dan Rena (34) warga D-1 dan D-4 Tampang Baru Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Keduanya diketahui merupakan penjual dan pembeli narkoba jenis sabu.

Menurut informasi, penangkapan tersebut bermula dari Rizal yang membeli narkoba jenis sabu sebanyak satu paket seharga Rp 100 ribu kepada Rena pada Jumat (20/1/2017) sore. Kelima oknum aparat ini mengetahuinya dan langsung mendatangi rumah Rizal hingga membawanya ke rumah Rena yang diduga bandar narkoba.

Setelah keduanya diamankan, keduanya pun langsung dibawa dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia. Selama dalam perjalanan tersebut, diduga terjadi upaya negoisasi untuk perdamaian hingga bermula diminta Rp 50 juta dan akhirnya disepakati Rp 20 juta.

Setelah mendapat kesepakatan tersebut, Rena pun langsung menghubungi pihak keluarganya untuk menyiapkan uang tersebut lalu berjanji bertemuan di Desa Peninggalan Kecamatan Bayunglencir Kabupaten Muba.

Namun, pada saat akan bertemu tersebut terjadi senggolan kejar-kejaran antara mobil keluarga Rena dengan mobil Xenia yang menyebabkan beberapa kerusakan diantaranya patah spion. Dengan adanya kejadian tersebut, sehingga pengendara Xenia beranggapan mendapatkan perlawanan dari pihak keluarga Rena dan langsung berlari menuju ke arah Palembang.

Dalam perjalanan tersebut, kembali terjadilah negoisasi hingga akhirnya kembali disepakati untuk bertemu di perbatasan Palembang-Banyuasin. Namun, belum sempat bertemu persisnya ketika melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera Km 42 Kelurahan Mulya Agung Banyuasin pada pukul 21.00, mobil tersebut dihadang petugas gabungan.

Mengetahui hal tersebut, pengendara mobil Xenia sempat berusaha kabur dengan memutar balik. Namun, petugas gabungan yang mengetahui pun langsung menembak hingga mengenai pintu sebelah kiri depan seketika mobil langsung berhenti.

Terkait dengan adanya kejadian tersebut, Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain, mengatakan, saat ini sedang dalam proses Propam untuk dilakukan pendalaman terhadap peran masing-masing anggota guna menentukan pelanggaran yang dilakukan dan keempat anggota tersebut dalam penahanan Propam.

"Untuk yang anggota TNI sudah diserahkan ke POM TNI," jelasnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (21/1/2017).

Sedangkan Dandenpom II/4 Palembang, Letkol CPM Andi Suci mengatakan, saat ini yang bersangkutan sudah diadakan pemeriksaan. "Sementara akan dikembalikan ke komandannya sambil menunggu kami akan memeriksa saksi sipil yang masih di Polres Banyuasin," jelasnya.

Kapolres Banyuasin, AKBP Andri, mengatakan, terkait dengan kejadian tersebut sudah diserahkan ke Propam Polda Sumsel. "Untuk kedua orang warga sipil sudah kita serahkan ke Polres Muba tadi pagi untuk kepemilikan alat hisap/bong, pirek, pipet, satu plastik klip transparan sisa sabu dan keduanya positif menggunakan narkoba jenis sabu," jelasnya. (Editor: Welly Hadinata)

Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved