Mudah ? Nggak Banget
Namun si pemainnya tetap dituntut berkreasi, terlebih ketika memainkan genre musik yang notabenenya adalah musik-musik keras.
Penulis: Refli Permana | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Banyak yang menilai jika musik akustik tak sesulit genre musik lain. Yang bergitar tak perlu ribet menginjak efek untuk mengganti ke suara distorsi atau memainkan melodi ribet. Begitu juga si pemain bassnya. Yang memainkan cajon malah terlihat lebih simpel tanpa harus memegang stick.
Eits, rupanya tak sesederhana itu lho. Mungkin iya musik ini lebih mudah dari aliran lain. Namun si pemainnya tetap dituntut berkreasi, terlebih ketika memainkan genre musik yang notabenenya adalah musik-musik keras.
"Harus dibuat secocok mungkin ketika dibawakan akustik. Sebab itu, aransemen musiknya kita ubah, bukan sekedar mengubah suara gitar dan drumnya saja," kata Agus, salah satu pemain band di Palembang, Jumat (20/1).
Saat tampil pun, musisi akustik memiliki pakem sendiri. Seperti yang dikatakan Ade, vokalis Arloji Band. Akustik pun tetap ada ciri khas, layaknya genre musik lain.
"Volume suara gitarnya jangan lebih besar dari volume bass, volume cajon juga jangan lebih besar dari volume gitar. Tujuan akustik lebih kepada back sound," kata Ade.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/band-akustik_20170120_134420.jpg)