SFC Update
Tantangan Putra Jayapura, Marcho Meraudje
Walau merasa tertantang untuk tampil sesuai harapan, pemain asli Jayapura itu bertekad tidak mengecewakan WCP yang membawanya langsung ke Palembang.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Beban berat dirasakan Marcho Sandy Meraudji. Bek kanan yang merupakan mantan kapten tim PON papua ini kedepan dipercaya akan mengisi slot kosong yang ditinggalkan sang kapten, Supardi Nasir Bujang, dibarisan Laskar Wong Kito.
Meski masih berstatus trial (uji coba), garansi kemampuan dari head coach Widodo C Putro langsung menjadi modal Marcho bersama Sriwijaya FC. Bahkan, sang pelatih menyandingkan kemampuan Marcho sebagai wing bek modern dengan Supardi yang dikenal kokoh bertahan dan cakap dalam membuka ruang.
Meski begitu, Marcho sempat mengaku terbeban. Walau merasa tertantang untuk tampil sesuai harapan, pemain asli Jayapura itu bertekad tidak mengecewakan WCP yang membawanya langsung ke Palembang.
"Beban ada lah. Apalagi ini tempatnya bang Supardi. Tapi terasa tertantang juga. Saya ingin berusaha untuk menampilkan yang terbaik disini," ucap pemuda 22 tahun ini, Rabu (18/1/2017).
Kedatangan Marcho ke Palembang, memang terbilang menarik. Bermodal nekat, ia mencoba terbang ke Pulau Jawa untuk mencari pengalaman. Bahkan, ia menolak tawaran Persipura sebagai putra daerah. Berlabuh di Gresik, awalnya Marcho ikut berlatih di klub binaan Widodo dan berharap dapat masuk tim Gresik. Tapi takdir berkata lain, ketika berlatih WCP melihat kemampuanya dan ia diberika dua kali tes yang hasilnya cukup memuaskan eks pelatih timnas itu. Akhirnya, ia diajak ke Palembang untuk bergabung dengan Laskar Wong Kito.
"Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Saya akan sungguh-sungguh. Bahkan saya jika bergabung, ingin menggunakan nomor 22 sebagai nomor keberuntungan saya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/marcho-meraudje_20170119_091835.jpg)