Tak Mesti Berdandan Gotik, Chocker Juga Cocok dengan Tampilan Kita yang Biasa
Kalung yang satu ini identik dengan gaya serba hitam yang dikenal dengan sebutan gotik. Mulai dari riasan hingga kostum semuanya terkesan gelap.
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kalung yang satu ini identik dengan gaya serba hitam yang dikenal dengan sebutan gotik.
Mulai dari riasan hingga kostum semuanya terkesan gelap.
Tak ayal, dulunya kalung yang dinamakan chocker itu masih sangat jarang dipakai.
Kini, opini di atas sudah berubah. Perempuan semakin banyak mengenakan chocker.
Dandanan pun tak mesti harus dipaksakan serba gelap, pun begitu dengan pemilihan kostum.
Apa sih yang dicari dari kalung chocker tersebut?
Salah satu pemakainya, Wyne, mengaku mencoba chocker karena mengikuti tren yang sudah ada sejak beberapa bulan lalu.
Sempat meragukan apakah kalung yang dipakai tepat di tengah leher ini bisa cocok dikenakan dengan pakaian dan riasan biasa.
"Begitu dipakai, saya nilainya asyik-asyik aja kok. Tak mesti berdandan gotik, chocker juga cocok dengan tampilan kita yang biasa," kata perempuan 20 tahun ini, Senin (16/1/2017).
Sama seperti Wyne, Sintiya juga menilai chocker asyik-asyik saja dipakai untuk kongkow atau hang-out bersama teman.
Banyaknya ragam pilihan kalung yang harganya mulai dari Rp 20 hingga Rp 100 ribu ini membuat Sintiya bisa memiliki lebih dari satu jenis chocker.
Pun begitu yang dirasakan oleh Debbi.
Chocker berbahan karet miliknya mulanya sempat membuatnya terasa sulit bernafas.
Namun, keseringan dipakai, karet mulai lentur sehingga kesan nyaman bisa dirasakan mahasiswi fakultas ekonomi di salah satu universitas swasta di Palembang tersebut.
"Pertama kesannya unik karena beda dengan kalung biasa. Pilihannya juga banyak, tak mesti yang berwarna hitam," kata Debbi.
Mudah Dilihat tanpa Kostum Terbuka
Aksesoris, jika tak terlihat, terkesan mubazir.
Asyiknya mengenakan chocker, siapa saja bisa dengan mudah melihatnya.
Baju pun tak mesti yang terbuka di bagian atas demi aksesoris yang satu ini bisa dilihat.
"Kalau kalung, ada kalanya baju sedikit terbuka di bagian atas supaya terlihat. Karena chocker letaknya di tengah leher, jadi baju tak mesti terbuka sudah bisa terlihat," kata Kelli, Senin (16/1/2017).
Meski mudah dilihat, Kelli mengatakan, chocker tidak akan membuat si pemakainya incaran pelaku kriminal.
Pasalnya, bahan chocker tidak semencolok kalung lain yang bisa terbuat dari emas atau benda-benda mahalnya.
Jadi, pamer penampilan pun aman-aman saja bukan?
Kelebihan chocker juga dirasakan oleh Herni.
Cewek 20 tahun ini ngakunya tak pernah melewatkan chocker setiap kali keluar rumah.
Selain kelebihan yang sudah disebutkan oleh Kelli, Herni menilai chocker menjadi salah satu ciri khas dari penampilannya.
"Memang ada yang komen negatif akan aksesoris yang satu ini. Namun, tetap saya pakai dan komen-komen itu hilang sendirinya. Bahkan ada yang komen negatif namun akhirnya ikut memakai chocker," kata Herni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/chocker1_20170116_144223.jpg)