Pilkada Muba

Valina Bawa Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Panwaslih Kabupaten Muba ke DKPP Jakarta

Sidang tadi terbuka kemudian yah masing-masing pihak tadi menjelaskan secara mendalam mengenai kasusnya baik dari pihak pengadu maupun teradu

Valina Bawa Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Panwaslih Kabupaten Muba ke DKPP Jakarta
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Majelis Hakim sidang dugaan pelanggaran kode etik Panwaslih Kabupaten Muba di KPU Sumsel, Dr Valina Surbakti. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Majelis Hakim sidang dugaan pelanggaran kode etik Panwaslih Kabupaten Muba, Dr Valina Surbakti menyatakan pihaknya membawa hasil persidangan yang baru saja digelar di KPU Sumsel, Rabu (11/1/2017), ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) di Jakarta.

"Sidang tadi terbuka kemudian yah masing-masing pihak tadi menjelaskan secara mendalam mengenai kasusnya baik dari pihak pengadu maupun teradu. Di situ juga ada penjelasan dari pihak terkait seperti KPU dan para saksi yang dihadirkan. Untuk keputusannya sesegera mungkin, nanti akan dirapatkan di Jakarta di DKPP, dievaluasi mengenai persidangan tadi," ungkap Dr Valina Surbakti usai sidang dengan pengadu Calon Bupati Muba Amiri Arifin.

Valina mengaku akan mempertimbangkan perlu tidaknya sidang kedua seperti yang dimintakan Panwaslih.

"Tadi ada permintaan dari Panwaslih untuk sidang kedua kemudian menghadirkan saksi dari pihak Panwaslih. Kami akan evaluasi dulu apakah diperlukan atau tidak sidangnya," ujar Valina.

Baca: Telat 30 Menit, Ketua Majelis Hakim Tegur Pengacara Amiri Arifin

Ia enggan mengomentari jalannya persidangan.

Menurutnya semua yang dikemukakan di persidangan tadi akan dipelajari di Jakarta.

"Saya tidak boleh itu namanya memberikan penilaian, nanti penilaiannya pada waktu sidang putusan. Jadi nanti kami akan pelajari semuanya. Tadi kan penjelasan secara lisan lalu ada jawaban scara tertulis. Kemudian ada dokumen-dokumen. Kemudian persidangan tadi itu sebagai bukti persidangan, itu akan dipelajari lagi di Jakarta," katanya.

Valina berpesan untuk penyelenggara pemilu harus berhati-hati dalam pengertian harus bekerja secara bertanggungjawab untuk memastikan bahwa tahapan Pilkada di Muba itu harusnya bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kalau kita menginginkan pemilu itu tidak hanya berkualitas tapi juga berintegritas. Mulainya dari penyelenggaranya yaitu KPU mulai dari anggotanya Panwaslih juga supaya mereka yang terpilih itu benar-benar menjadi suatu proses yang jujur adil demokratif," ujarnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved