Sepanjang Tahun 2016, Kajari OKI Tangani 9 Perkara Korupsi

jumlah kasus korupsi yang ditangani tahun 2016 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015.

Sepanjang Tahun 2016, Kajari OKI Tangani 9 Perkara Korupsi
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Kajari OKI, Viva Hari Rustaman (kiri) memasangkan pin di baju kemeja putih Bupati OKI H Iskandar SE, Jumat (9/12/2016). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Selama tahun 2016 Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI), hanya menangani sebanyak sembilan perkara korupsi, tujuh perkara sudah berhasil dituntaskan di tingkat pengadilan.

Hal ini diungkapkan Kepala kejaksaan negeri OKI, H Viva Hari Rustaman, Senin (9/1/2017).

Menurutnya, jumlah kasus korupsi yang ditangani tahun 2016 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015.

"Dari sembilan perkara yang kita tangani, tiga perkara merupakan hasil penyelidikan kita, kemudian empat perkara pelimpahan dari Polres OKI dan Polres Ogan Ilir (OI) ditambah lagi dua perkara penuntutan dikejati," kata Viva.

Menurut Viva, dari tujuh perkara yang sudah inkrah, uang pengganti yang sudah dibayar sebanyak Rp 19 juta, dan satu perkara sudah membayar denda sebesar Rp 100 juta.

"Lima perkara lagi belum membayar denda, dan memang ada yang tidak membayarkan denda, sementara satu perkara lagi atas Nama Setiyono masih dalam proses penuntutan, sementara beberapa asetnya sudah kita sita dugaan tidak pidana pencucian uang, nilainya miliaran rupiah," tutur Viva.

Lanjut Viva, dari tujuh kasus yang sudah selesai, kasus yang paling menonjol adalah Kasus dugaan korupsi Keridit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI untuk KUD Mekar Sari, Desa Mekar Wangi Sebesar Rp 11,5 Milyar.

"Dalam kasus ini, ada tiga tersangka yang terlibat, yakni mantan pengawai Bank BRI Kayauagung, M Nuh dan Bambang, keduanya sudah di Vonis 4 tahun, sementara satu tersangka lagi selaku ketua panitia penerima dana KUR tahun 2009, Setiyono masih dalam proses penuntutan," ungkap Viva.

Dalam penanganan kasus Korupsi, menurut kajari, pihaknya tidak ada target, tetapi setiap ada laporan dari masyarakat pasti akan ditindaklanjuti.

"Saat ini kita mengutamakan pencegahan, jika upaya pencegahan dengan sosialisasi sudah kita lakukan. Dan ternyata masih kita temukan ada dugaan korupsi di wilayah hukum kita, tentu akan kita tindaklanjuti," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved