Kapolri Minta Permasalahan Senpira di Sumsel Diusut Sampai Akarnya

"Untuk kasus begal, saya izinkan untuk dilaksanakan tindakkan tegas dan jangan ragu-ragu pasti saya backup sepanjang sop-nya benar," ungkapnya

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua dari kanan) melakukan pemotongan senpira di halaman Polda Sumsel, Senin (9/1/2014). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Maraknya aksi kriminalitas dengan menggunakan senjata api rakitan (Senpira) sebagai senjatanya serta ditambah dengan keberhasilan pihak kepolisian mengamankan ribuan senpira, menjadi perhatian tersendiri bagi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Hal ini dibuktikan dengan kedatangannya ke Mapolda Sumsel untuk melakukan pemusnahan ribuan senpira yang merupakan hasil Operasi Senpi Musi 2016 Polda Sumsel.

Tito melakukan pemusnahan senpira secara simbolis dengan cara memotong senpira tersebut menggunakan alat potong berupa gerinda.

"Saya berikan apresiasi sebesar-besarnya atas keberhasilan ini kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan kita juga boleh berbangga. Tapi, ini belum menyelesaikan seluruh akar permasalahannya karena masih ada yang terus memproduksinya," jelasnya saat ditemui usai melakukan pemusnahan Senpira di Polda Sumsel, Senin (9/1/2017) sekitar pukul 10.00.

Untuk mengatasi hal tersebut Tito meminta seluruh personel kepolisian untuk mengambil langkah proaktif yang salah satu caranya yakni dengan mencari sumber senpira tersebut berasal.

"Untuk mencegah terus beredarnya senpira kita bisa merangkul para pengerajinnya yang di antaranya disalurkan ke bidang yang lain dan jangan hanya mendiamkannya untuk terus memproduksi hingga akhirnya jatuh ke tangan orang yang tidak benar," terangnya.

Dikatakan mantan Kepala Densus 88 Anti Teror, untuk di wilayah Sumsel, diketahui Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) merupakan sebagai lumbung tertinggi penghasil Senpira.

"Untuk kasus begal, saya izinkan untuk dilaksanakan tindakkan tegas dan jangan ragu-ragu pasti saya backup sepanjang sop-nya benar," ungkapnya dalam acara pemusnahan Senpira sebanyak 441 yang terdiri dari 274 pucuk laras panjang dan 167 pucuk laras pendek yang merupakan hasil serahan masyarakat dan tangkapan.

Kapolri didampingi beberapa pejabat utama dari Mabes Polri di antaranya Kabareskrim, Komjen Pol Andono Sukmantoko dan Asops Kapolri, Irjen Pol Unggung Vahyono.

Selain itu, turut hadir juga para Kapolda beserta Direktur Ditreskrimum, Narkoba dan Lalu lintas se-Sumbagsel yang meliputi Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung yang akan membahas rapat koordinasi lintas daerah perbatasan tentang tindak pidana, narkoba dan lalu lintas yang langsung dipimpin Kapolri.

Bahkan, dalam acara tersebut, turut hadir juga para tamu undangan di antaranya Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen Marga Taufik, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel dan lainnya.

"Untuk koordinasi lintas batas Polda se-Sumbagsel ini dilakukan di sini karena diketahui aksi kejahatan seperti begal, curanmor dan narkoba di wilayah Sumbagsel ini semua mirip baik cara dan modusnya," jelasnya.

Dengan dilakukanya koordinasi yang baik ini, dikatakannya, diharapkan nantinya stabilitas keamanan terkhusus di wilayah Sumbagsel juga akan lebih menjadi baik.

"Kalau sudah aman, maka pemerintah akan mudah memacu pembangunan untuk lebih maksimal lagi dan termasuk mendukung Asian Games mendatang," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan langkah kepolisian tersebut dan sejumlah langkah pun sudah dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminal salah satunya dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk mengubah pola kebiasaan dari yang semula melakukan tindak kriminal menjadi masyarakat mencari nafkah dengan cara yang benar.

"Ambil contoh masyarakat di Cengal Kabupaten OKI yang terbiasa membuat senjata api ilegal dan saat ini kita terus berupaya untuk menjadikan kawasan itu sebagai pusat kerajinan senjata yang legal seperti membuat senapan angin. Kita bisa melihat daerah lain yang melakukan hal serupa. Tentu bisa kita lakukan juga," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved