Curas, Curat dan Curanmor Masih Mengancam Masyarakat OKU Timur

Polisi kata Audie dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat melakukan berbagai hal seperti memanfaatkan teknologi informasi (TI).

Curas, Curat dan Curanmor Masih Mengancam Masyarakat OKU Timur
ISTIMEWA
Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Pencurian dengan Pemberatan (Curat) serta Pencurian Kendaraan Bermotor (Curannor) diperkirakan akan menjadi kasus kriminalitas yang akan menonjol seperti tahun sebelumnya pada tahun 2017.

hal itu diungkapkan Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru dikonfirmasi Minggu (8/1).

Menurut Audie, jika dilihat dari jumlah kejahatan, tahun 2016 mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan tahun 2015. Akan tetapi mengalami kenaikan dalam jumlah laporan yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

”Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polisi sudah cukup tinggi sehingga masyarakat sekarang sudah tidak ragu-ragu lagi melapor jika menjadi korban kejahatan. Hal itu yang menyebabkan naiknya jumlah laporan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kalau dilihat angka kejahatannya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya," jelasnya.

Polisi kata Audie dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat melakukan berbagai hal seperti memanfaatkan teknologi informasi (TI).

Dengan melalui website polisi dalam gengaman milik Polres OKU Timur banyak masyarakat yang memberikan laporan tentang aksi kejahatan yang terjadi didaerahnya. Berdasarkan laporan yang masuk tersebut pengungkapan kasus cukup banyak.

"Penanganan Gangguan Kamtibmas 2016 yang ditangani Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) untuk kasus Curas, Curat, Curanmor, sebanyak 230 kasus dengan penanganan sebanyak 123 kasus. Tersangka meninggal dunia sebanyak lima orang. Dan untuk kasus lain-Lain sebanyak 217 kasus, dan pengungkapan sebanyak 133 kasus," katanya.

Audie melanjutkan, pengungkapan Senjata api (Senpi) sebanyan 20 pucuk, dan Senjata Tajam (Sajam) sebanyak 17 buah.

Sementara untuk kasus Narkoba tersangka yang berhasil diringkus sebanyak 17 orang, dengan Barang Bukti (BB) sebanyak 73,11 gram Sabu, Inek 12.050 butir.

"Kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) selama 2016 berjumlah 37 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, luka berat sembilan orang, dan luka ringan sebanyak 25 orang," katanya.

Sementara untuk kendaraan yang ditilang sebanyak 3500 kasus kendaraan roda dua untuk kendaraan roda empat sebanyak 2.347.

"Kalau melihat dari grafik tahun sebelumnya kemungkinan besar kejahatan yang menonjol tahun 2017 adalah Curas, Curat, Curanmor. Sedangkan untuk kejahatan Narkoba masih tetap menjadi ancaman di tahun ini. Untuk itu pihaknya akan menggalakan kembali patroli, serta Siskamling," katanya. 

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved