Ini Pengakuan Mengejutkan Penculik dan Pembunuh Anak dan Istri Sepupunya Sendiri

Sesampainya di rumah Aliong, Imel langsung meminta uang yang dijanjikan Aliong. Menurut Aliong, uang Rp 300 ribu, kemudian dia berikan.

Bangka Pos/Fery Laskari
Aliong (kemeja kotak-kotak), tersangka pembunuh ibu dan anak di Desa Rebo, Sungailiat, diamankan polisi, Selasa (3/1/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

SRIPOKU.COM, BANGKA -- Polisi boleh saja meyebut, Aliong (39), melakukan penculikan sebelum membunuh Imelda (32) dan anak Imelda, Aura (6). Namun, begini pengakuan langsung dari tersangka pembunuh sadis di Desa Rebo Sungailiat Kabupaten Bangka itu.

Wartawan Bangkapos.com berhasil mewancara secara eksklusif Aliong.

"Awalnya, Tanggal 1 Januari 2017, dia itu (Imelda) sms ke saya mau pinjem uang sama saya Rp 300 ribu ke saya. Lalu saya balas, janjian ketemu di Jeliti. Saya jemput pake motor saya dia dan anaknya (Aura) di Jeliti, saya bawa ke rumah saya (di Desa Rebo)," kata Tersangka Aliong (39), tersangka pembunuh Imelda (42) - Aura (6).

Sesampainya di rumah Aliong, Imel langsung meminta uang yang dijanjikan Aliong. Menurut Aliong, uang Rp 300 ribu, kemudian dia berikan.

"Saya nasihati dia jangan jangan suka berjudi, dan jangan suka pinjem uang kemana-mana, karena dia itu kan istri adik sepupu saya (istri Akong)," kata Aliong.

Namun rupanya kata Aliong, Imelda tak suka dinasehati. Imelda malah marah-marah, seraya mencaci Aliong.

"Dia (Imelda) marah, bilang saya babi asuk (anjing). Makanya saya emosi, lalu saya tampar dia," kata Aliong.

Tapi saat ditampar, Imelda menurut Aliong malah semakin melawan. Imelda kemudian menjerit, membuat Aliong semakin kelabakan.

"Dia teriak, bilang saya mau perkosa dia. Makanya saya cekik lehernya sampai mati," kata Aliong.

Saat Imelda dalam kondisi sekarat, anak Imelda, Aura (6) menangis. Aliong melihat keberadaan Aura, membahayakan dirinya. "Saya takut, karena anaknya saksi perbuatan saya, makanya anaknya saya cekik juga," kata Aliong, menyebutkan, saat kejadian, istrinya sedang tidak ada di rumah,

Dibenam Dalam Lumpur

Pembunuhan sadis terjadi di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Ibu dan anaknya dicekik lalu dimasukkan ke dalam karung dan dibenamkan dalam lumpur bekas tambang inkonvensional (TI) timah di desa setempat. Jasad korban ditemukan pada Selasa (3/1/2016), atau dua hari setelah kejadian.

Pencarian jasad korban dilakukan oleh Tim Buser Satreskrim Polres Bangka bersama anggota polisi lainnya.

Pencarian cukup sulit karena dua karung berisi mayat dibenamkan pelaku ke dalam lumpur secara terpisah. Namun, upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil.

Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Sungailiat.

"Korban yang dibunuh bernama Imelda (32), dan anak perempuannya berusia sekitar 6 tahun, yaitu Aura. Korban merupakan warga Bedeng Ake, Sungailiat. Jasad korban ditemukan dalam lumpur bekas TI di Jalan Cendana Desa Rebo, Sungailiat," kata Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kabag Ops Kompol S.Sophian didampingi Kasat Reskrim AKP Andi P kepada bangkapos.com di lokasi kejadian.

Minta Tebusan Rp 100 Juta

Sebelum dihabisi, Imelda (32) dan anak perempuannya, Aura (6), lebih dulu diculik tersangka Aliong (39), warga Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Pelaku lalu minta tebusan Rp 100 juta pada suami korban, Akong (40), warga Bedeng Akeh, Sungailiat.
Akong sendiri merupakan sepupu tersangka.

"Awalnya dua hari lalu (1 Januari 2017), kita menerima laporan bahwa ada dua anggota keluarga (korban), yaitu Imelda dan Aura, hilang. Laporan disampaikan Akong (40), suami korban. Dalam laporan, Akong menyebutkan bahwa istrinya, Imelda (32) dan anak perempuannya, Aura (6) menghilang," jelas Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kabag Ops Kompol S.Sophian, saat memberikan keterangan didampingi Kasat Reskrim AKP Andi P dan Kanit Buser Ipda Fanny, Selasa (3/1/2017).

Tak berapa lama, Akong (40) mengatakan kepada polisi bahwa istrinya diculik.

Seseorang yang awalnya belum diketahui identitasnya, mengirim pesan singkat (sms) ke nomor telepon Akong. "Isi SMS pelaku, minta tebusan Rp 100 juta," kata Sophian.

Laporan ini kemudian mulai diselidiki oleh polisi. Tim Buser Satreskrim Polres Bangka dikerahkan.

"Hasilnya, kita temukan pelaku, yaitu tersangka Aliong (39), warga Desa Rebo, berhasil kita tangkap," katanya.

Pembunuhan sadis ini terjadi di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Kedua korban dicekik, lalu dimasukan dalam karung dan dibenamkan dalam lumpur bekas tambang inkonvensionall (TI) di Desa Rebo.

Jasad korban ditemukan pada Selasa (3/1/2017), dua hari setelah kejadian.

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved