Breaking News:

Pengantar Koran Ditodong Dua Begundal di Depan Gudang Cat Jalan Perintis Kemerdekaan

Katanya sepeda motornya habis bensin jadi saya diminta tolong untuk membelikan bensin dengan mengantarnya ke depan.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Said, pengantar koran, korban penodongan menunjukkan surat laporannya di Polsekta IT II Palembang, Senin (26/12/2106). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nasib sial menimpa M Said Saputra (16) yang merupakan seorang pengantar koran.

Ia menjadi korban penodongan saat hendak akan mengantarkan koran kepada pelanggannya di Jalan Perintis Kemerdekaan persisnya di depan gudang cat Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Senin (26/12/2106) sekitar pukul 05.15.

Akibat kejadian tersebut, korban yang tercatat sebagai warga Jalan Talang Kerangga Lorong Sanggar Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang dan diketahui masih berstatus sebagai pelajar SMA itu pun harus kehilangan kwitansi koran dan uang tunai sebesar Rp 600 ribu.

Ditemui di Polsekta IT II Palembang, Said, menjelaskan, kronologis kejadian yang menimpanya tersebut berawal saat ia hendak mengantarkan koran kepada seorang pelanggan koran yang berada di kawasan Perintis Kemerdekaan Palembang.

"Saya ambil koran di loper yang ada di Lemabang dan mau dianter ke pelanggan di Perintis Kemerdekaan. Tapi pas lewat di Jalan Perintis persisnya di depan gudang cet tiba-tiba saya dihadang dua orang yang tidak saya kenal," jelasnya usai membuat laporan.

Saat itu, kedua orang tersebut berpura-pura meminta tolong kepadanya untuk membelikan bensin sepeda motor Yamaha RX King yang kehabisan bensin.

"Katanya sepeda motornya habis bensin jadi saya diminta tolong untuk membelikan bensin dengan mengantarnya ke depan. Tapi karena saya curiga dan takut makanya saya tidak mau dan menolaknya," terangnya.

Namun mereka malah langsung marah hingga akhirnya kedua orang tersebut mengancam dengan menodongkan pisau lalu minta seluruh barang-barang berharganya yang di antaranya berupa uang sebesar Rp 650 ribu dan kwitansi koran.

"Karena bawa pisau itu makanya saya takut. Saat itu mereka berdua tapi tidak jauh dari lokasi itu ada seorang lagi yang sepertinya mengawasi juga," ungkapnya.

Masih dikatakannya, usai kejadian tersebut, ada seorang yang merupakan penjaga malam di sekitar lokasi kejadian.

Karena itu, ia pun langsung melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut kepada penjaga malam yang diketahui bernama Sobri.

"Dia bilang, biar saya cari pelakunya dan tidak selang berapa lama penjaga malam itu kembali datang dengan menemui saya lalu menyerahkan uang sebesar Rp 350 ribu dan sisanya saya tidak tahu kemana. Saya juga tidak tahu apakah penjaga malam itu kenal apa tidak dengan para pelaku itu," tuturnya.

Sementara itu, Kapolsekta IT II Palembang, Kompol Muhammad Hadiwijaya melalui Kanit Reskrim, Ipda Yundri, menjelaskan, terkait dengan adanya kejadian tersebut korban sudah membuat laporan dengan bukti laporan LP-B/53/XII/2016/SPKT Sektor IT-II Palembang.

"Untuk saat ini kita masih melakukan penyelidikan guna menangkap pelakunya," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved