Breaking News

Om Telolet Om Versi Palembang, Seperti Apa ya

"Saya kira ada unjuk rasa, tapi ternyat bukan. Saya tidak mengerti yang dilakukan anak-anak itu," ujar Rahman, pengendara sepeda motor yang melintas.

Penulis: Welly Hadinata | Editor: wartawansripo
ISTIMEWA
sekelompok remaja nekat berteriak-teriak di pinggir Jalan Jendral Sudirman persisnya samping depan Hotel Jayakarta Daira Palembang, Jumat (23/12/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Demam telolet di media sosial (medsos) mulai diikuti remaja Palembang.

Terbukti ada sekelompok remaja nekat berteriak-teriak di pinggir Jalan Jendral Sudirman persisnya samping depan Hotel Jayakarta Daira Palembang, Jumat (23/12/2016).

Namun kalau di medsos viralnya om telolet om, berbeda dengan di Palembang. Kata-kata sebutan om diganti dengan sebutan mang.

"Mang...telolet mang...," teriak sekelompok remaja sembari membawa poster yang diperuntukan bagi pengendara bus kota yang melintas.

Sejumlah pengendara bus kota pun menanggapi permintaan dan membunyikan klakson.

Mendengar si pengendara buskota membunyikan klakson, sekelompok remaja yang demam telolet ini pun kegirangan sembari mengabadikannya menggunakan ponsel andorid.

"Lagi musim ini kak, kami juga masih eksis karena om telolet ini lagi viral di media sosial. Tapi kami beda, kami panggil mang," ujar Aca, salah seorang sekelompok remaja yang masih tampak kegirangan.

Aksi sekelompok remaja yang demam telolet ini menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas. Untuk pengendara yang mengerti maksud dari sekelompok remaja ini, ditanggapi dengan senyuman dan tertawa lucu melihatnya.

"Ada juga di Palembang ya, saya kiran cuma ada di luar saja. Memang om telolet ini sedang tren di medsos," ujar Rani, mahasiswi yang melintasi lokasi.

Berbeda dengan warga yang usianya sudah lanjut.

"Saya kira ada unjuk rasa, tapi ternyat bukan. Saya tidak mengerti yang dilakukan anak-anak itu," ujar Rahman, pengendara sepeda motor yang melintas.

Setelah dijelasin bahwa sekelompok remaja itu mengikuti tren yang viral di medsos, akhirnya Rahman mengerti maksudnya.

"Tapi bahaya juga itu kalau di pinggir jalan, takutnya pengendara tidak lihat. Kita tahu sendiri, kalau sopir buskota di Palembang ini banyak yang ugal-ugalan," ujarnya.

Editor: Refly Permana

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved