Bea Cukai Palembang Musnahkan Rokok Illegal dan 'Sex Toys'

Sebagian besar barang sitaan tidak ada pemiliknya. Ada yang dapat juga pemiliknya namun tidak berkaitan dengan pidana

Bea Cukai Palembang Musnahkan Rokok Illegal dan 'Sex Toys'
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang melakukan pemusnahan barang selundupan yang bernilai Rp 1,8 Miliar di pelabuhan Boom Baru, Rabu (21/12/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dari hasil penindakan selama 2013 hingga 2016, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang melakukan pemusnahan barang selundupan yang bernilai Rp 1,8 Miliar, mulai rokok ilegal hingga sex toys.

"Peredaran wilayah Sumsel dengan hasil penindakan berupa hasil tembakau/rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal, Pelabuhan Terminal Petikemas Boombaru Palembang dengan hasil penindakan berupa tekstil, makanan minuman, elektronik dan kosmetik. Sementara di Kantor Pos hasil penindakan berupa sex toys, part of airsoft gun dan senjata tajam, di Bandara International SMB II hasil penindakan berupa kosmetik dan sex toys," ungkap Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang, Meidy Kasim, di acara Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang berlokasi di pelabuhan Boom Baru, Rabu (21/12/2016).

Meidy Kassim.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang, Meidy Kassim.

Menurutnya, salah satu tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yakni melakukan perlindungan terhadap masyarakat dari barang ilegal yang bisa membuat anak bangsa terganggu.

"Sebagian besar barang sitaan tidak ada pemiliknya. Ada yang dapat juga pemiliknya namun tidak berkaitan dengan pidana sehingga hanya diberikan sanksi administratif berupa denda," katanya.

Ia juga mengatakan, dari tiga jalur selundupan melalui Bandara, Kantor Pos, dan Pelabuhan yang paling banyak terjadi melalui Pelabuhan Laut dengan menggunakan kontainer atau peti kemas.

"Hasil penindakan barang ilegal oleh KPPBC Tipe Pabean B Palembang tahun ini sudah lebih berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, kami tetap melakukan tugas kami dalam melakukan pengawasan," tuturnya.

Ditanya soal proses hukum terhadap barang sitaan, kata dia, di akhir 2016 ini sudah ada kasus yang masih dalam tahap P19.

"Kasusnya baru terjadi di akhir 2016, dan belum sampai P21," katanya.

Pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat agar dapat memberi informasi yang berguna untuk Kantor Pengawasan Bea dan Cukai.

"Ini juga tidak lepas dari peran serta TNI, Polri serta instansi terkait lainnya," katanya.

Adapun Hasil Penindakan Barang Milik Negara (BMN) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang yang dilakukan Pemusnahan.

Antara lain, Hasil Tembakau sebanyak 2,6 juta batang, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 15.247 ribu botol, Tekstil sebanyak 749 rol, Sex Toys sebanyak 630 pieces, Makanan dan Minuman sebanyak 413 paket, Kosmetik sebanyak 22.281 pieces, Elektronik sebanyak 56 unit, Part of Airsoft Gun sebanyak 36 pieces, dan Senjata Tajam sebanyak 109 pieces.

Terhadap BMN dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar untuk tekstil, hasil tembakau, sex toys.

Digilas dengan alat berat dan ditimbun dalam tanah untuk MMEA, hasil tembakau, makanan minuman dan elektronik.

Sementara untuk senjata tajam dan part of airsoft gun dipotong-potong.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved