Kaleidoskop 2016

Maret: Buaya Lima Meter Langsung Muncul Saat Samsul Bersiul-siul

Kemunculan buaya di dekat tambaknya merupakan hal yang biasa, bahkan sudah hampir setiap hari

TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Samsul sedang bersiul memanggil buaya di Sungai Ketuan, Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musirawas, Senin (29/2/2016) 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Bersinggungan langsung dengan binatang reptil seperti buaya mungkin terasa asing bagi masyarakat awam, namun tidak bagi masyarakat Desa Q2 Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo kabupaten Musirawas (Mura).

Kemuculan buaya di musim banjir merupakan hal yang biasa.

Menurut Samsul (22), warga yang menjaga tambak ikan di sekitar Sungai Ketuan mengatakan, kemunculan buaya di dekat tambaknya merupakan hal yang biasa, bahkan sudah hampir setiap hari dirinya selalu bersentuhan dengan binatang buas tersebut.

PALING BARU: VIDEO: Kaki Pria Ini Putus Digigit Buaya Saat Ditarik dari Pinggir Sungai
 

"Tiap hari saya buang ikan yang mati di sungai ini. Biasanya buayanya muncul, kadang jumlahnya tiga dan kadang juga empat ekor," ujarnya.

Meskipun tambak ikan Samsul hanya dipisahkan besi bronjong saja, namun dirinya tidak khawatir kalau Buaya Muara bermoncong lancip itu akan mengganggu.

Bahkan jarak saat dirinya membuang ikan dengan buaya hanya beberapa meter saja.

"Buaya itu sering muncul saat musim banjir, dan saat kita membuang ikan, waktunya pagi, siang, sore, tapi tidak mengganggu malahan seperti teman sendiri," ujarnya sembari bersiul-siul memanggil buaya.

Ketika mendengar siulan berulang-ulang tiba-tiba buaya warna hitam sekitar panjang lima meter tiba-tiba muncul di permukaan beberapa kali.

"Nah itu cuma satu, biasanya kawannya banyak, ada hitam, kuning, dan abu-abu, namun yang paling besar warna hitam bahkan ukurannya mencapai lima meter lebih," ungkap pemuda berbadan gelap tersebut.

Sementara Sanudin (45) orang tua dari Samsul mengatakan, sebenarnya buaya di Sungai Ketuan masih banyak bahkan jumlahnya mencapai 20 ekor lebih yang sering muncul saat-saat musim banjir tiba.

"Kadang kalau muncul itu jumlahnya puluhan, tapi tidak mengganggu malahan tidak pernah masuk tambak," ujarnya

Ketika disinggung apakah buaya-buaya tersebut pernah mengganggu masyarakat sekitar, Sanudin mengatakan kalau seumur hidup saya baru dua kali warga diserang buaya di sini.

"Pertama tiga tahun silam, namun seminggu yang lalu ada warga yang diserang buaya, karena warga tersebut congkak, kalau dirinya tidak takut diserang buaya, lalu tiba muncul buaya lima meter menyerang kaki warga tersebut beruntung masih bisa di selamatkan warga sekitar," ceritanya laki-laki berbadan lusuh tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved