Pengamat Sosial : Harus Ada Program Pemberdayaan

"Usia warga di bawah garis kemiskinan itu masih dalam kategori yang produktif dan hanya masalah finansial yang menjadi hambatannya."

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Ahmad Sadam Husen

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mengatasi permasalahan kehidupan warga yang di bawah garis kemiskinan, yang salah satunya adanya manusia gerobak, pihak pemerintah harus memiliki program pemberdayaan bagi masyarakat.

Terlebih lagi, menurut salah seorang pengamat sosial, Prof. Dr. Abdullah Idi, yang juga Guru Besar dari UIN Raden Fatah Palembang, usia warga di bawah garis kemiskinan itu masih dalam kategori yang produktif dan hanya masalah finansial yang menjadi hambatannya.

"Jika pun harus ditampung di panti sosial milik pemerintah, hal itu tidak akan membantu dan tidak tuntas dalam mengatasi kemiskinan. Panti sosial itu tepatnya untuk usia lanjut dan penyandang cacat. Tapi untuk usia produktif lebih ke arah pemberdayaan. Sehingga pemerintah memang harus ada program tersebut. Supaya mereka yang masuk dalam daftar warga di bawah garis kemiskinan, tetap bisa menjalankan hidup secara mandiri dan layak," tuturnya.

Seperti kasus yang sedang terjadi pada manusia gerobak, dirinya melihat ada kesungguhan untuk melanjutkan hidup pad akeluarga ini, meski menjalani hidup di dalam gerobak. Tapi Endang tetap mencari barang rongsokan untuk mencari nafkah. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah ada program memihak bagi orang-orang yang terpinggirkan. Apalagi Palembang bakal menghadapi event akbar Asian Games 2018.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved