Anak-anak Senang Diajar Mengaji Oleh Polisi

Suara mengaji dari Brigpol Dien Madhe itu ditirukan serentak oleh puluhan anak-anak yang belajar ngaji dengan anggota Polsek BTS Ulu.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Bhabinkamtibmas Polsek BTS Ulu di Desa Pangkalan Tarum, Brigpol Dien Madhe (kiri berpeci) tampak tengah mengajar anak-anak mengaji di Mesjid Taqwa, Jumat (16/12/2016). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Lantunan ayat Al-Qur'an mengalun lembut terdengar dari dalam Masjid Taqwa, Desa Pangkalan Tarum, Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu, Jumat (16/12/2016) siang.

Suara mengaji dari Brigpol Dien Madhe itu ditirukan serentak oleh puluhan anak-anak yang belajar ngaji dengan anggota Polsek BTS Ulu yang menjadi guru ngaji di desa setempat. Dengan berseragam lengkap dan mengenakan peci, Bri‎gpol Dien Madhe tampak akrab dan tak canggung mengajar anak-anak ngaji. Anak-anak pun tampak senang diajar mengaji olehnya.

Ya, sejak beberapa bulan terakhir Brigpol Dien Madhe didaulat oleh warga dan Kepala Desa ‎Pangkalan Tarum untuk menjadi guru ngaji. Dalam satu pekan, ia mendapat jadwal tiga kali mengajar ngaji. Selepas mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangkalan Tarum pada pagi hari yang juga menjadi aktifitasnya selaku personil Bhabinkamtibmas, siang atau sore harinya ia mengajar mengaji. Ia mengaku nyaman mengajar anak-anak sekolah dan mengaji, sebab bisa merasa lebih dekat dengan masyarakat.

"Kalau pagi hari saya mengajar di SD kelas 4, 5 dan 6. Siang atau sorenya ngajar ngaji anak-anak disini. Ada sekitar 40 anak yang ikut belajar ngaji, mulai dari mengaji dasar sampai mengaji tingkat lanjut," ujar Brigpol Dien Madhe, diwawancarai Sripoku.com usai mengajar mengaji, Jumat (16/12/2016).

Kapolres Musirawas, AKBP Hari Brata melalui Kapolsek BTS Ulu, Iptu Denhar mengatakan, Brigpol Dien Madhe memang ditempatkan sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Pangkalan Tarum. Penyebaran Bhabinkamtibmas sesuai instruksi Kapolri, dimana satu desa satu polisi. Selain melakukan pembinaan-pembinaan kemasyarakatan dibidang Kamtibmas, masyarakat setempat juga menginginkan agar anggota polisi juga ikut mengajar di sekolah umum karena keterbatasan guru. Masyarakat juga meminta agar anggota polisi juga mengajar anak-anak mengaji sembari membantu tenaga pengajar ngaji yang ada.

"Permintaan masyarakat itu kita laksanakan, karena memang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki anggota Bhabinkamtibmas kita, yaitu Brigpol Dien Madhe," ujarnya.

Dikatakannya, dengan berperan aktifnya personil Bhabinkamtibmas dalam segala aktifitas masyarakat, seperti ikut mengajar di sekolah dan mengajar ngaji, akan bernilai positif untuk lebih mendekatkan anggota Polri dengan masyarakat diwilayah tugasnya.

Sehingga tugas-tugas Bhabinkamtibmas dalam memberikan penyadaran hukum ditengah masyarakat, serta bersama-sama masyarakat menjaga Kamtibmas bisa terlaksana dengan baik. "Hal itu bisa menjalin komunikasi, koordinasi dan menumbuhkan rasa kebersamaan antara Polri dan masyarakat," ujarnya.

Kepala Desa Pangkalan Tarum Kecamatan BTS Ulu, Leni Sulastri, didampingi Sekretaris Des,a Asanusi menyambut baik dan merasa senang dengan adanya anggota polisi yang diterjunkan ke desa. Dengan kehadiran anggota polisi ditengah-tengah masyarakat, tumbuh rasa lebih dekat antara masyarakat dengan polisi. Menurutnya, warganya sangat senang dan mendukung kegiatan-kegiatan anggota Bhabinkamtibmas yang ditempatkan di desa mereka.

"Dengan kehadiran polisi ditengah masyarakat, kami sangat terbantu. Ada rasa kedekatan dan kekeluargaan antara masyarakat dengan polisi. ‎Ada kegiatan apa saja, polisi ikut aktif. Apalagi, bisa ikut membantu mengajar di sekolah dan mengajar mengaji. Sejak diajar mengaji oleh polisi, anak-anak yang tadinya memang rutin belajar mengaji, sekarang tambah aktif. Anak-anak senang diajar mengaji oleh polisi" ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved