Salah Sedikit Bisa Salah Arti, Kaligrafi Berbahan Styrofoam

Jari-jemari Ismadil (23), tampak begitu hati-hati membentuk rangkaian huruf arab yang akan dijadikan kaligrafi di gelarinya

Salah Sedikit Bisa Salah Arti, Kaligrafi Berbahan Styrofoam
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Ismadil (23), pengrajin kaligrafi berbahan stryrofum saat bekerja di gelarinya Jalan Yos Sudarso No 105 Lorong Sehati II Lemabang Kelurahan 3 Ilir Kecamatan IT II Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jari-jemari Ismadil (23), tampak begitu hati-hati membentuk rangkaian huruf arab yang akan dijadikan kaligrafi di gelarinya Jalan Yos Sudarso No 105 Lorong Sehati II Lemabang Kelurahan 3 Ilir Kecamatan IT II Palembang.

Sorot mata Ismadil pun terlihat fokus, menatap kepingan atau batangan styrofum (gabus) yang diiris sesuai pola dibentuk menjadi huruf arab.

"Harus teliti iris styrofumnya dan sesiao polanya. Karena ini kaligrafi dari ayat-ayat suci Al Quran. Jika salah sedikit saja, maka artinya pun ikut salah, jadi harus memang teliti," ujar Ismadil, Kamis (15/12/2016)

Galery kaligrafi yang didirikan Ismadil, merupakan kaligrafi yang bahannya dari styrofum dan baru pertama kalinya di Palembang. Awal mulanya mendirikan galeri yang diberi nama Ira Galery ini, Ismadil melihat bahan stryrofum hanya sebagai bahan pola dan tidak begitu dimanfaatkan secara maksimal.

"Saya mendirikan galery ini bersama teman saya bernama Rahmat Hidayat dengan modal patungan sebesar Rp500 ribu. Kami melihat stryrofum itu bisa dijadikan bahan kaligrafi dengan harga yang murah. Memang kaligrafi itu biasanya dari lempengan besi, kayu dan bahan lainnya, tapi harganya mahal," ujar Ismadil.

Kaligrafi berbahan stryrofum ini, Ismadil mengatakan, tujuannya pasti sebagai syiar agama Islam. Selain itu juga bisa diperuntukan untuk umat muslim dari kalangan menengah ke bawah yang pasti harganya terjangkau .

"Kami patok kaligrafi berbahan stryrofum ini mulai dari harga Rp 175 ribu sampai Rp1,5 juta. Pastinya harga ini terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah dan tentunya memperindah ruangan. Waktu pembuatannya paling lama butuh dua hari," ujarnya.

Mengenai keahliannya bisa membuat kaligrafi, Ismadil mengakui mendapatkan keahlian ini sejak masih di Pesantren Moderen Terpadu Nurul Qomar Boombaru. Tentunya untuk membuat kaligrafi dari ayat-ayat Al Quran ini, terlebih dulu harus hafal agar tidak ada keselahan.

"Meskipun berbahan styrofum, tapi kaligrafi ini tahan lama. Karena kita campur dengan cat dan semen. Jika ingin pesan silana ke galery kami dan kaligrafi dari stryrofum ini sedang kami proses untuk dipatenkan," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved