Sudah Dikunci Pakai Gembok Besar, Konter Saya Masih Kemalingan
"Sayu itu menutup konter sekitar pukul 01.00 dan saat itu sudah dikunci semua termasuk digembok dengan gembok besar tapi masih saja bisa dibuka,"
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Niar Cell, konter ponsel yang berada di Jalan Inspektur Marzuki Lorong Hikmah RT 02/8 Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sabtu (10/12/2016) sekitar pukul 03.00, dibobol maling.
Akibat kejadian tersebut, pemilik konter yang diketahui bernama Hendri (35), mengalami kerugian dengan kehilangan sebanyak 55 ponsel berbagai merek, voucer pulsa serta uang tunai sebesar Rp 1 juta.
Menurut keterangan orang yang pertama kali mengetahui adanya kejadian tersebut, Dani (28), ia mengetahui kejadian tersebut pertama kali sekitar pukul 03.00, saat itu, ia baru saja berkeliling untuk mengecek di sekitar lokasi dan melihat rolling door telah terbuka.
"Melihat itu, saya langsung laporan dengan memberi tahukan kepada pak Hendri. Padahal, saya itu jam 01.30 baru keliling juga dan masih belum terjadi itu," jelasnya saat ditemui di lokasi, Minggu (11/12/2016).
Sementara itu, Hendri, mengatakan, mendapatkan laporan tersebut, ia pun langsung bangun dan mengecek secara langsung termasuk mendapati beberapa barang barang jualan seperti ponsel, vocher dalam lemari etalase dan uang sudah hilang.
"Sayu itu menutup konter sekitar pukul 01.00 dan saat itu sudah dikunci semua termasuk digembok dengan gembok besar tapi masih saja bisa dibuka," jelasnya.
Dikatakannya, sebelum menutup konter tersebut, ia sempat melihat mobil Xenia putih tanpa plat yang berhenti tidak jauh dari konternya.
"Sebelumnya, saya juga sudah sempat melihat mobil itu dan berhenti di depan konter tapi karena sebentar jadi saya tidak curiga," terangnya.
Kapolsekta IB I Palembang, AKP Handoko Sanjaya saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sudah mengambil sidik jari pelaku untuk penyelidikan.
"Diduga pelaku lebih dari satu orang, saat beraksi para pelaku menggunakan mobil untuk mengangkut barang curiannya. Pelaku ini juga merupakan profesional, karena sebelum beraksi pelaku terlebih dulu menggambar lokasi dan saat beraksi lampu yang ada di depan konter dimatikan agar tidak ketahuan," jelasnya.
Editor: Refly Permana