Jembatan Komering Putus, Banyak Anak Tidak Sekolah

Putusnya jembatan Komering menyebabkan banyak anak-anak yang tidak sekolah.

SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat meninjau kondisi jembatan yang patah dan tidak bisa digunakan lagi. 

“Jalan alternatif memang ada. Namun resikonya sangat besar dan biayanya lebih besar lagi. Jadi para pedagang lebih baik menggunakan jasa perahu untuk mengangkut barang dibandingkan melalui jalan alternatif,” terangnya.

 Usai melihat kondisi jembatan yang patah dan berkoordinasi dengan dinas PU Polisi, dan Pol PP yang mengamankan lokasi, Bupati OKU Timur HM Kholid kemudian berbincang dengan masyarakat. Dirinya meminta kepada masyarakat untuk bersabar sementara jembatan yang disebelahnya selesai dibangun. Dia juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar pengerjaan jembatan yang ada di sisi jembatan yang rusak tersebut segera diperbaiki.

"Jangan khawatir, mudah-mudahan pembangunannya bisa selesai secepatnya karena disamping jembatan itu saat ini sedang dalam pengerjaan. Namun karena kondisi air sedang pasang, jadi pengerjaannya terpaksa dihentikan sementara. Jadi saya minta kepada masyarakat untuk dapat bersabar,” kata Kholid.

Menurut Kholid, jembatan Gunungbatu dibangun sekitar tahun 1935 bersamaan dengan dibukanya daerah transmigrasi yang tentunya sudah sangat tua. Dan tahun 205-206 dirancang jembatan baru dengan sistim tahun jamak yang menurut penjelasan pihak provinsi akan selesai tahun 2017 karena tinggal satu oprit lagi yang dipasang selesai karena terpaksa dihentikan karena air yang sedang pasang.

“Yang dilakukan Pemkab OKU Timur saat ini adalah mengamankan jembatan agar tidak digunakan sehingga tidak memakan korban. Sedangkan untuk jalan alternatif ada melalui LPI atau melalui kabupaten OKU dan masyarakat juga membuka ponton menggunakan perahu,” katanya.

Selain itu kata dia, sejumlah pemborong juga membuka ponton agar konsultasi tidak terputus. Sementara untuk angkutan barang terpaksa dialihkan melalui lintas Timur atau Lintas Tengah. (Editor: Abdul Hafiz)

Penulis: Evan Hendra
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved