Wisata Religi, Kaligrafi Karya Santri ini Bernilai Jutaan Rupiah lho

Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu Kabupaten pemekaran yang ada di Provinsi Sumsel yang dikenal dengan sebutan "Kota Santri".

Wisata Religi, Kaligrafi Karya Santri ini Bernilai Jutaan Rupiah lho
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI

SRIPOKU.COM, INDERALAYA -- Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu Kabupaten pemekaran yang ada di Provinsi Sumsel yang dikenal dengan sebutan "Kota Santri" yang memiliki puluhan Pondok Pesantren (Ponpes).

Kabupaten OI yang hanya berjarak tempuh 32 kilometer perjalanan dari Kota Palembang ini, selain memiliki ciri khas menu masakan lezat pindang pegagan dan pindang meranjat, juga memiliki kerajinan pandai besi serta kerajinan kain songket.

KALIGRAFI 2

Siapa sangka, di-Kabupaten yang memiliki 16 Kecamatan ini, juga terdapat kerajinan kaligfrafi atau Rumah Galeri Lembaga Seni Kaligrafi (Lemkafi) Ponpes Al-Ittifaqiah Inderalaya, Ogan Ilir. Galeri Lembaga Seni Kaligrafi (Lemkafi) Ponpes Al-Ittifaqiah Inderalaya, Ogan Ilir ini, tepatnya berada di kampus D Ponpes Al-Ittifaqiah, Desa Tanjung Lubuk, Inderalaya Selatan, sekitar 5 kilometer dari Jalan Lintas Timur (Jalintim) Inderalaya-Kayuagung.

Selain dibekali pendidikan formal, para santri Ponpes Al-Ittifaqiah Inderalaya Ogan Ilir, juga dibekali kemampuan informal di bidang seni, khususnya bidang seni kaligrafi. Menurut Alhadi Arka, selaku kepala Lemkafi, umumnya para santri membuat kaligrafi bertuliskan bahasa Arab.

kaligrafi 3

Kemudian, untuk pembuatan kaligrafi, berbagai macam jenis bahan digunakan antara lain bahan kanvas, kayu, bambu, triplek, dan pipa bekas. Sedangkan untuk pewarnaan, seperti biasa menggunakan bahan cat.

Selanjutnya, proses pembuatan kaligrafi memakan waktu tiga sampai sepekan tergantung tingkat kerumitan desain kaligrafi yang akan dibuat.

"Lemkafi ini sudah ada sejak 12 tahun yang lalu sampai sekarang, untuk anggotanya berjumlah 200 santri. Tujuan Lemkafi kita adalah mencetak santri yang terampil dan handal dalam hal pembuatan kaligrafi," terang Alhadi.

kaligrafi 4

Ia menyatakan, Lemkafi ini, selain diperuntukkan bagi para santri, juga dibuka kursus umum bagi para siswa sekolah yang tertarik untuk mempelajari kemampuan dalam membuat kaligrafi. Sementara, untuk pemasaran kaligrafi sendiri, rata-rata dijual keluar Kabupaten, dimana umumnya di Palembang dari harga terendah senilai Rp 50 ribu sampai Rp 3 juta perkaligrafi, tergantung jenis dan bentuknya.

"Selain itu, melalui kegiatan-kegiatan event dalam bentuk bazaar. Kemudian, ada juga pihak dari sekolah yang sengaja datang ke galeri Lemkafi, sambil melihat-lihat, mereka tertarik untuk membeli," kata ketua Lemkafi Ponpes Al-Ittifaqiah tersebut.

kaligrafi 5

Sementara itu, menurut Wahyu Pratama (15), salah seorang santri Lemkafi yang juga siswa kelas XI MAN Al-Ittifaqiah, ia bergabung dengan Lemkafi sejak dua tahun terakhir. Awalnya, ia sama sekali tidak bisa membuat kaligrafi.

Lanjut Wahyu, setelah belajar dengan sungguh-sungguh, ternyata membuat kaligrafi merupakan hobi yang sangat mengasyikkan. "Baru-baru belajar memang agak grogi, apalagi pada proses pengerjaan bagian lekuk kaligrafi. Akan tetapi, kalau kita belajar dengan sungguh-sungguh, membuat kaligrafi tidaklah begitu sulit," kata Wahyu. Ia menyatakan, kemampuan membuat kaligrafi diperoleh dari para ustadz-ustadz pengajar yang ada di Ponpes Al-Ittifaqiah.

kaligrafi 6
kaligrafi 7
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved