Breaking News:

Harga Minyak Dunia

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Ditutup Naik Tipis

Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis (24/11/2016) menjelang pertemuan organisasi negara-negara eksportir minyak (OPEC) unt

Editor: Bedjo
www.beritamoneter.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , LONDON - Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis (24/11/2016) menjelang pertemuan organisasi negara-negara eksportir minyak (OPEC) untuk membahas pemangkasan produksi.

Berita Lainnya:  Harga Minyak Terkerek Naik 6 Persen

Harga acuan minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 12 sen menjadi 49,07 dollar AS per barel. Harga acuan West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 9 sen menjadi 48,05 dollar AS per barel.

Para pedagang mengatakan kegiatan pasar rendah karena liburan Thanksgiving AS dan ada keengganan untuk mengambil taruhan harga besar di tengah ketidakpastian OPEC memotong produksi.

OPEC dijadwalkan akan bertemu pada 30 November untuk mengkoordinasikan pemotongan produksi dan berpotensi kerja sama dengan non-OPEC, Rusia, sebagaimana kesepakatan September di Aljazair.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan negaranya bisa memangkas revisi rencana produksi minyak 2017 sebesar 200.000-300.000 barel per hari (bph) apabila pembekuan output global mulai berlaku.

Sementara itu Menteri Energi Azerbaijan Natig Aliyev, seperti dilaporkan surat kabar Azeri Republika mengatakan, OPEC mungkin akan meminta produsen lain mengurangi produksi 880.000 bph, selama enam bulan per 1 Januari.

Tetapi sumber OPEC kepada Reuters mengatakan, OPEC menegaskan belum membuat proposal baru untuk non-OPEC. Novak juga membantah apa yang disampaikan Aliyev, sebab usulan OPEC sebelumnya hanya 500.000 bph.

Sementara itu, Menteri Energi Aljazair Noureddine Bouterfa akan bertemu dengan Bijan Zanganeh dari Iran, di Teheran pada Sabtu ini. Bouterfa ingin memastikan produsen terbesar ketiga OPEC itu juga sepakat melakukan pemangkasan produksi.

"Meskipun 13 negara peserta (OPEC), namun penolakan Iran untuk memangkas produksi bisa membunuuh kesepakatan," kata Tamas Varga, broker minya dari PVM Oil, dikutip dari Reuters, Jumat (25/11/2016).

Sebagian besar analis percaya akan terjadi kesepakatan pemangkasan produksi. Akan tetapi, Badan Energi Internasional (IEA) menyangsikan, kesepakatan itu mampu menopang pasar yang sudah kelebihan pasokan selama lebih dari dua tahun.

Penulis : Estu Suryowati
Sumber : Reuters.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved