Breaking News:

Cerita Ahok Menolak Diberi Dana Kampanye Rp 30 Miliar

Salah satunya relawan pendukungnya, Teman Ahok, menyelenggarakan acara fundraising atau pengumpulan dana.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali diperiksa penyidik terkait kasus penistaan agama di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/11/2016). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA-Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bercerita pernah menolak tawaran dana kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Tidak main-main. Jumlahnya puluhan miliar rupiah.

Salah satunya relawan pendukungnya, Teman Ahok, menyelenggarakan acara fundraising atau pengumpulan dana.

Ahok menceritakan, saat acara itu, ada seorang pengunjung yang bertanya kepada Teman Ahok. Ia menyebut pengunjung itu dengan panggilan "om".

"Si Om bilang, 'Kalian butuh berapa duit sih untuk bantu Ahok buat bayar saksi semua? Mereka (Teman Ahok) bilang, Rp 25 miliar. Langsung Si Om bilang begini, 'Ini kan ada 30 orang, ya sudah Rp 1 miliar, Rp 1 miliar, Rp 1 miliar, setuju enggak? Si Om bilang, 'Ya sudah lo (Ahok) enggak usah keliling lagi, enggak usah bikin acara makan malam, segala macam," kata Ahok menirukan percakapannya dengan si penyumbang dana.

Ahok menceritakan pengalamannya ini saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com. Kunjungan Ahok ke redaksi ini atas undangan Kompas.com.

Sebelumnya, calon gubernur nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono sudah datang ke redaksi Kompas.com.

Selanjutnya, calon gubernur nomor 3, Anies Baswedan, akan diundang ke redaksi Kompas.com.

Mengetahui adanya orang yang ingin menyumbang dana kampanye dalam jumlah besar, Ahok langsung berdiri dan meminta maaf. Ahok menolak bantuan dari para penyumbang dana.

"Mohon maaf Om, bukannya saya enggak menghargai malam ini. Om harus ingat, Ahok ini bukan calon gubernur, ini Ahok Gubernur DKI lho. Kalau cuma uang Rp 20 miliar-30 miliar, dari properti juga dapat, tetapi ini yang saya tidak mau," kata Ahok seraya menggambarkan penolakannya.

Ahok bercerita bahwa ia ingin menciptakan partisipasi publik seperti yang dilakukan Presiden Barrack Obama saat Pilpres AS tahun 2008.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved