1800 Ton Raskin Belum Ditebus

"Limit akhir penebusan raskin untuk alokasi tahun 2016 ini sampai dengan 15 Desember ‎2016. Karena itu, sebaiknya segera ditebus"

sripoku.com/ahmad farozi
Joko Susilo, Kakansilog Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara.‎ 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - ‎Sampai dengan pekan kedua Nopember 2016, sisa penyaluran alokasi raskin untuk Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang belum ditebus sebanyak 1.800 ton.

Rinciannya, untuk Kabupaten Musirawas sebanyak 948,99 ton atau 24,03 persen, Kota Lubuklinggau sebanyak 347,35 ton atau 22,48 persen dan Kabupaten Muratara sebanyak 504,16 ton atau 25,01 persen.

"Limit akhir penebusan raskin untuk alokasi tahun 2016 ini sampai dengan 15 Desember ‎2016. Karena itu, kami himbau kepada pihak desa atau kelurahan yang belum melakukan penebusan agar segera ditebus, karena setelah 15 Desember kita akan tutup buku. Maka sebelum limit akhir tersebut, diharapkan sudah tertebus semua," kata Kepala Kantor Seksi Logistik (Kakansilog) Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara, Joko Susilo, kepada Sripoku.com, Rabu (9/11/2016).

Dikatakannya, jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima manfaat raskin di Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara pada tahun 2016 ini sebanyak 41.721 RTS, dengan jumlah alokasi 7.509 ton. Yang terbanyak adalah di Kabupaten Musirawas sebanyak 21.940 RTS dengan jumlah alokasi sebanyak 3.949 ton. Kemudian Kabupaten Muratara sebanyak 11.198 RTS dengan jumlah alokasi sebanyak 2.015 ton dan Kota Lubuklinggau sebanyak 8.583 RTSdengan alokasi sebanyak 1,544 ton.

Ia melanjutkan, sampai sejauh ini, pendistribusian raskin untuk wilayah Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara relatif belum ada kendala berarti. Akses jalur transportasi relatif bagus dan raskin bisa didistribusikan hingga ke titik distribusi.

"Kalau untuk stok kita juga cukup, sekarangkan stok‎ ini sifatnya online. Dari Palembang monitor berapa kebutuhan kita, dan tetap dipasok. Saat ini stok yang tersedia di gudang logistik kita berkisar 1.140 ton," katanya.

Editor: Refly Permana

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved