Bigo? Tak Selalu Porno Kok
Gerakan-gerakan tubuh dan suara sensual juga sering diperlihatkan dan diperdengarkan untuk alasan yang sama.
Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM -- Jejaring media sosial bernama Bigo Live sering dinilai sebagai media yang berbau pornografi. Beberapa perempuan yang menggunakan media sosial ini rela memperlihatkan bagian tubuh demi mendapatkan gift dari mereka yang melihat saat live.
Gerakan-gerakan tubuh dan suara sensual juga sering diperlihatkan dan diperdengarkan untuk alasan yang sama.
Namun, bagi sejumlah pemilik akun Bigo Live di Palembang, media sosial ini sebenarnya sangat bisa digunakan untuk kepentingan positif. Lewat suatu karya dinilai tidak perlu bagi pemiliknya untuk tampil seksi atau vulgar demi mendapatkan gift.
Apabila yang melihat karya menyukainya, pasti akan memberikan gift tanpa harus memperlihatkan aksi yang erotis.
Seperti yang dikatakan Febri. Ia mengunduh Bigo Life di gadget miliknya dengan tujuan ingin unjuk kebolehan saat bernyanyi. Begitu setiap kali live, ia akan selalu memainkan gitar sembali mendendangkan beberapa lagu. Sesekali juga ia tampil live di suatu studio karaoke bersama teman-temannya.
"Siapa tahu kan bisa jadi artis, hehe. Toh banyak yang ngasih gift tanpa saya harus tampil vulgar," kata siswi di salah satu SMA Negeri di Palembang ini, Minggu (6/11).
Karena dirinya bertahan dengan tujuan mengapa mengunduh Bigo Live, diakui Febri, ia sangat jarang menerima komen-komen negatif dari pemilik Bigo Live yang melihatnya.
Justru, ada yang berkomentar suaranya bagus atau juga ada yang ngasih kritik.
Bagi Febri, ia tidak akan marah apabila ada yang mengatakan suaranya jahat selagi tidak membawa-bawa SARA.
Hal yang sama juga dikatakan Ayu Diah, perempuan berusia 20 tahun yang sedang kuliah di salah satu universitas negeri di Palembang.
Jika Febri ingin unjuk kebolehan dalam bidang menyanyi, maka Ayu ingin unjuk kebolehan dalam berstand-up comedy.
Dara manis ini memang sangat menggemari stand-up comedy dan sudah beberapa kali menulis sendiri bahan untuk dijadikan stand-up comedy.
Meski tidak selalu mendapat respon positif, Ayu mengaku senang-senang saja karena itu bisa mengoreksi stand-up yang ia bawakan.
"Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka yang menjadikan media Bigo Live ajang pamer anggota tubuh. Padahal, kalau dimanfaatkan secara benar, media sosial ini bisa menjadi ajang untuk kita berlatih di depan kamera," kata Ayu.
Bigo Live juga dijadikan Rosina sebagai media untuk melatih mental saat tampil. Ketika tahu banyak yang melihat Bigo Live miliknya, ia akan mulai unjuk kebolehan dalam bernyanyi.