Berpotensi, Politik Cerai-beraikan Suami Istri, Keluarga, dan Sahabat
Masa-masa kampanye pemilihan kepala daerah atau presiden tak bisa dimungkiri telah meningkatkan suhu politik suatu negara, tak terkecuali Indonesia.
SRIPOKU.COM - Masa-masa kampanye pemilihan kepala daerah atau presiden tak bisa dimungkiri telah meningkatkan suhu politik suatu negara, tak terkecuali Indonesia.
Berita Lainnya: Polri Selidiki Aktor Politik Pemicu Rusuh Aksi Damai 4 November
Perbedaan pilihan kandidat, visi misi, dan karakter kandidat tak hanya memanaskan lawan politik tapi juga kehidupan sosial banyak warga negara.
Ketegangan suhu politik sangat terasa jika Anda kebetulan membuka media sosial. Banyak netizen yang mendadak sok paling tahu politik dengan menuliskan sejumlah pujian untuk jagoannya dan cemoohan pada kandidat lain.
Perbedaan pilihan kandidat dan persepsi politik sangat berbahaya pada orang-orang yang hanya memahaminya dari permukaan.
Lebih dari itu, kondisi ini jadi semakin parah ketika dukungan bergulir menjadi provokasi karena kurangnya pengetahuan dan kebijakan mumpuni dalam menghadapi perbedaan.
Menurut survei dari Pew Research Survei ditemukan 41 persen pasangan suami istri di AS bertengkar setiap hari karena pilihan kandidat yang tidak sama selama masa kampanye menuju kursi kepresidenan antara Hillary Clinton dan Donald Trump.
Berdasarkan laporan dari Stacy Kaiser, seorang psikoterapis dan penulis How To Be A Grown Up, banyak pasangan suami istri yang memutuskan tidur di kamar terpisah menjelang hari pemilihan presiden AS pada tanggal 8 November 2016 mendatang.
Kaiser mengatakan bahwa para kandidat yang saling menjatuhkan lewat umpatan, debat, dan sindiran, tidak membuat situasi ini membaik.
“Salah satu masalah saat pemilihan presiden seperti sekarang adalah banyak pasangan yang berbeda pilihan sering menggunakan kata ‘Bodoh’ dan ‘Idiot’ pada pasangan,” ujar Kaiser.
Kaiser mengatakan bahwa tak sedikit kliennya yang mengajukan keinginan perpisahan sementara hingga masa kampanye presiden berakhir.
“Selain suami istri, pemilihan kepala negara seperti ini juga bisa menjauhkan keluarga dan sahabat,” pungkasnya.
Penulis : Kontributor Female, Usihana
Sumber : New York Daily News,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/panco_20161107_100913.jpg)