PLN Putuskan Aliran Listrik ke PDAM Lematang Enim, Akibatnya Suplai Air Terhenti
Kisruh antara PDAM Lematang Enim dengan PLN berujung pemutusan aliran listrik oleh PLN yang mengakibatkan suplai aiar bersih terhenti.
SRIPOKU.COM,PALI -- Kisruh antar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim Cabang Pendopo dengan PT PLN Area Lahat Rayon Pendopo berlanjut dengan pemutusan suplai listrik ke PDAM Lematang Enim.
Dampaknya distribusi air bersih kepada ribuan pelanggan PDAM pendopo dan sekitarnya, di Kecamatan Talang Ubi terganggu.
Informasi yang dihimpun Tribun, sejak empat hari ini distribusi air PDAM booster Lematang Enim Cabang Pendopo, yang berada di Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim ke wilayah Pendopo Kabupaten PALI terhenti.
Sehingga warga PALI khususnya pelanggan PDAM mengalami krisis air bersih.
Diketahui setopnya distribusi air bersih ke rumah warga disebabkan, PDAM dituding oleh pihak PLN telah melakukan pencurian aliran listrik, sejak Mei 2016 dan PLN mengklaim mengalami kerugian mencapai Rp1,5 miliar.
Alhasil instalasi listrik PDAM, Lematang Enim, Cabang Pendopo diputus sementara oleh pihak PLN.
Kepala PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo, Rusdi mengakui tidak mengalirnya air kepada pelanggan. Disebabkan pihaknya dituding oleh PLN telah melakukan pencurian api listrik.
Alhasil PLN memutuskan instalasi aliran listrik dan menyebabkan booster PDAM yang berada di tepian sungai Lematang tersebut tidak bisa beroperasi seperti biasanya.
"PDAM, Lematang Enim, Cabang Pendopo di tuduh PLN maling aliran listrik. Jadi kami (PDAM) kena denda Rp 1,5 miliar. Booster PDAM yang biasa menyalurkan air ke pelanggan PDAM Pendopo, terpaksa di putus, karena itu tadi (meteran listrik di PDAM di lepas)," kata Rusdi, Jumat (4/11/2016).
Ia mengatakan hari ini, Sekretaris Daerah (Sekda) PALI langsung datang ke PDAM Lematang. Ia memperkirakan besok atau lusa PDAM bisa beroperasi seperti biasanya.
"Tadi pak Sekda datang ke sini(PDAM), dan langsung telepon pihak PLN untuk, menyelesaikan masalah PLN dan PDAM, mudah-mudahan besok atau lusa, PDAM bisa beroperasi lagi," katanya.
Saat dikonfirmasi, Manager PLN Area Lahat Rayon Pendopo M Ichsan membenarkan, adanya pemutusan tersebut. Disebabkan PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo di Booster Teluk Lubuk ditemukan pelanggaran atau Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang memengaruhi pengukuran KWH.
"Kita sudah berikan solusi ke PDAM, untuk mencicil pembayaran tunggakan Rp1,5 miliar. Karena PDAM merupakan pelayanan publik. Kita sudah berikan solusi juga untuk melakukan pemasangan aliran listrik khusus sementara dengan tarif bayar sekitar Rp30 sampai Rp 40 juta perminggu. Sambil menunggu pelunasan tunggakan," ujar Ichsan.
Sementara itu, pelanggan PDAM Pendopo PALI, sangat mengeluhkan terhentinya distribusi air ke rumah pelanggan PDAM. Untuk keperluan sehari-hari, ia membeli air galon.
"Sudah empat hari ini, air di rumah kami mati. Bak penampung air sudah kosong, jadi kami beli air galon," kata Op, warga Kelurahan Handyani Mulya, Talang Ubi, PALI, ketika dijumpai Tribun.
Disinggung Tribun, terhentinya aliran listrik ke pelanggan PDAM, disebabkan aliran listrik PDAM di putus PLN. Ia, kaget dan ia tidak tahu menahu.
"Kami perbulan,bayar terus PDAM, jadi dampak jangan libatkan ke pada pelanggan PDAM lah," tegas Op.