Harga Cabai Melambung, Pedagang Sepi Pembeli

Harga cabai di kawasan pasar Musi ilir Tebingtinggi melambung tinggi, kenaikan harga cabai ini sejak dua pekan terakhir.

Harga Cabai Melambung, Pedagang Sepi Pembeli
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Pedagang cabai di kawasan pasar Musi Ulu Kecamatan Tebingtinggi. 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Harga cabai di kawasan pasar Musi ilir Tebingtinggi melambung tinggi, kenaikan harga cabai ini sejak dua pekan terakhir.

Yanti (40) salah satu pedagang di kawasan pasar ilir mengatakan harga cabai naik dikarenakan pemasok yang mengisi agen di pasar Tebingtinggi jarang membawa cabai dalam jumlah banyak, karena memang cabai sedang sulit didapat diduga karena musim hujan cabai banyak rusak jadi cabai dipasar Tebingtinggi agak kurang.

"Harga cabai merah dari harga Rp 48 ribu naik menjadi Rp 6O ribu , per Kg dan harga cabai rawit dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilonya,"ungkap Yanti, Jum'at (4/11).

Dikatakan Yanti selain itu karena minimnya pasokan cabai dari petani luar kabupaten, ditambah dengan permintaan tinggi membuat harga meroket dalam dua minggu terahir ini.

Lain halnya yang dikemukakan Debi (38) pedagang di pasar Musi Ulu kecamatan Tebingtinggi . Menurutnya kenaikan harga cabai dikarenakan petani di daerah memang belum panen jadi wajar saja cabai mengalami kenaikan.

"Kenaikan harga ini pengaruhnya bagi kami pedagang sepi pembeli," jelasnya.

Ditambahkan Debi, biasanya memang setiap musim hujan harga cabai selalu mengalami kenaikan harga karena pada musim penghujan cabai cepat rusak karena busuk.

" Karena semua pedagang di pasar Tebingtinggi ini cabai dikirim dari luar daerah, petani di tempat kita ini sangat jarang yang menanam cabai, "tuturnya.

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved