Koruptor KUR BRI Kayuagung Divonis Empat Tahun Penjara

Kedua terdakwa, yang dinilai sudah merugikan negara mencapai Rp 11 miliar lebih, tidak dibebankan membayar uang pengganti.

Koruptor KUR BRI Kayuagung Divonis Empat Tahun Penjara
SRIPOKU.COM/REFLY PERMANA
Bambang saat mendengarkan putusan hakim. Dirinya menjalani persidangan secara terpisah dengan seorang terdakwa lainnya, M Nuh. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Dua terdakwa yang diduga sudah menyalahgunakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI cabang Kayuagung, OKI, Sumsel tahun 2009/2010, Bambang Mulyono dan M Nuh, divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim.

Majelis hakim diketuai Paloko Hutagalung SH MH di PN Palembang, menjerat terdakwa dengan pasal 3 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang korpsi,  Kamis (3/11).

Selain divonis pidana penjara, kedua terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 200 juta. Apabila tidak bisa membayar, keduanya diwajibkan menjalani kurungan penjara selama dua bulan.

Kedua terdakwa, yang dinilai sudah merugikan negara mencapai Rp 11 miliar lebih, tidak dibebankan membayar uang pengganti.

Keduanya, yang tercatat sebagai Account Officer (AO) BRI Kayuagung, belum memberikan keputusan apakah menerima atau mengajukan banding atas vonis tersebut.

Oleh hakim, keduanya diberikan waktu sepekan untuk membuat keputusan. Apabila tidak ada kabar, keduanya dinilai menerima putusan tersebut.

Pada amar putusannya, hakim menilai, kedua terdakwa dinilai lalai dalam mencairkan uang untuk dana KUR yang akan digunakan oleh kelompok tani.

Salah satu kelalaian tersebut dilihat dari keduanya yang tidak memeriksa secara langsung apakah kelompok tani tersebut memang ada atau hanya fiktif.

Malah, keduanya langsung mencairkan dana berdasarkan data yang diajukan oleh nasabah berinisial Sty yang kabarnya baru saja berhasil ditangkap.

Selama persidangan, kedua terdakwa yang kini tidak lagi bekerja di BRI cabang Kayuagung, disaksikan oleh anggota keluarga dan kerabat. Keduanya cukup tenang menjalani persidangan dan fokus menatap ketiga majelis hakim.

Masing-masing terdaka juga menjalani persidangan secara terpisah karena pada dasarnya berkas keduanya dipisahkan.

Vonis yang dijatuhkan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. Pada sidang tuntutan beberapa waktu yang lalu, Agustono SH salah satu jaksa menuntut kedua terdakwa dipenjara dua tahun lebih lama.

Sementara sisanya, mulai dari pasal, denda, hingga subsider, sama seperti vonis hakim. Seperti halnya kedua terdakwa, Agustono dan rekannya masih butuh waktu memikirkan apakah menerima atau mengajukan banding.

Fakta di persidangan, kedua terdakwa diduga bekerja sama dengan seorang tokoh masyarakat berinisial Sty (DPO) telah menyalahgunakan dana KUR. Dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat memulai usaha diduga sudah dilarikan oleh ketiga terdakwa.

Saat pengajuan dana, kedua terdakwa mengatasnamakan dana ini digunakan untuk ekonomi kecil. Namun, faktanya, dana dilarikan oleh Sty dan hanya sampai di sejumlah kelompok tani.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved