Kasihan, Hidup Sebatang Kara. Nenek 113 Tahun Ini Tinggal di Pekuburan

Gubuk itu terbuat dari kumpulan barang bekas, seperti seng, bambu, dan papan bekas. Atap dan dindingnya sebagian sudah lapuk dan kehujanan.

Kasihan, Hidup Sebatang Kara. Nenek 113 Tahun Ini Tinggal di Pekuburan
KOMPAS.Com
Janda sebatangkara berusia lebih dai 113 tahun di Pinrang Sulawesi Selatan ini tinggal digubuk di kawasan pekuburan Maccorawalie Pinrang. 

SRIPOKU.COM, PINRANG - Kehidupan Sandro Becce, wanita sebatang kara ini sungguh memprihatinkan.

 Dalam usia 113 tahun, nenek tersebut terpaksa tinggal di gubuk yang terbuat dari barang bekas di kompleks pekuburan rakyat sejak puluhan tahun lalu.

Becce tinggal di Kelurahan Maccarwalie, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Bukan di sebuah kompleks perumahan, melainkan kompleks pekuburan di Jalan Basuki Rahmat.

Tak ada yang istimewa di gubuk milik Becce. Tempat berteduh itu berukuran 4 meter x 3 meter yang dibangun oleh almarhum suaminya, La Judda, puluhan tahun lalu.

Gubuk itu terbuat dari kumpulan barang bekas, seperti seng, bambu, dan papan bekas. Atap dan dindingnya sebagian sudah lapuk dan kehujanan.

NENEK

KOMPAS.Com

Janda sebatangkara berusia lebih dai 113 tahun di pinrang sulawesi selatan ini tinggal digubuk di kawasan pekuburan Maccorawalie Pinrang. 

Sejak suaminya meninggal dunia belasan tahun lalu, Becce hidup seorang diri.

Jika dulu ia dikenal sebagai dukun beranak, kini ia tak lagi bisa mendapatkan uang karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja. 

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved